Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Cerdas Memilih sebagai Gaya Hidup

08/4/2019 05:00

SEMBILAN hari lagi, 192 juta pemilih akan menentukan pilihan siapa presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024. Selain presiden dan wakil presiden, 74% dari jumlah penduduk 260 juta itu juga bakal memilih anggota legislatif.

Pemilu serentak pada Rabu, 17 April, juga disebut sebagai pemilu lima kotak, yakni memilih presiden, DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD. Inilah kali pertama pilpres disatukan dengan pemilu legislatif. Euforia kampanye pemilu serentak selama ini hanya terfokus pada pemilu presiden yang diikuti pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pemilu legislatif seakan terlupakan. Padahal, tidak ada demokrasi tanpa ada parlemen yang anggotanya dipilih melalui pemilu. Pemilu nanti juga memilih 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPRD provinsi, dan 17.610 anggota DPRD kabupaten/kota. Para calon legislator itu berasal dari 16 partai nasional ditambah 4 partai lokal di Aceh.

Pemilih ialah subjek dalam pemilu sebagai perwujudan konstitusi bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Karena itu, jadilah pemilih yang cerdas demi martabat bangsa dan negara.

Di tangan pemilih yang cerdas diharapkan akan menghasilkan kepala pemerintahan dan anggota parlemen yang terpilih berkat visi, misi, dan program yang baik. Bukan politik balas budi, apalagi karena menggunakan politik identitas.

Pasangan calon presiden-wakil presiden yang dipilih pemilih cerdas ialah orang yang jujur, bersih, dan bersedia menjadi pelayan warga. Calon yang mewartakan narasi optimistis, bukan menebarkan ketakutan. Calon yang punya rekam jejak jelas, tidak cacat hukum, etika, dan moral. Calon yang tidak menunggangi agama sebagai kendaraan untuk  meraih dukungan.

Pemilih yang cerdas itu menentukan pilihan pemimpin atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya, bukan karena tergiur imbalan materi atau  iming-iming menerima segepok uang.

Dugaan politik uang dalam pemilu legislatif bukanlah isapan jempol. Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota DPR dari Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso dengan barang bukti uang Rp8 miliar yang dimasukkan ke 84 kardus.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memastikan uang Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke amplop itu digunakan Bowo untuk dirinya sendiri yang maju sebagai caleg DPR daerah pemilihan Jawa Tengah II untuk serangan fajar. Uang untuk membeli pemilih.

Pemilih cerdas juga bisa memilah dan memilih fakta, bukan hoaks. Karena itu, pemilih perlu meneliti sumber informasi. Informasi valid akan keluar dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Informasi seputar pemilu yang valid hampir dipastikan tidak memuat hal-hal yang provokatif.

Hoaks terkait dengan pemilu teranyar ialah kabar bahwa server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah direkayasa untuk memenangkan Jokowi-Amin. Eks Bupati Serang, Banten, Ahmad Taufik Nuriman, mengatakan berita palsu itu dibahas di kediamannya oleh para relawan pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. KPU sudah melaporkan hoaks itu kepada pihak kepolisian.

Jauh lebih penting lagi ialah pemilih cerdas tetap berani datang ke tempat pemungutan suara kendati berseliweran informasi palsu soal pergerakan massa dan kekerasan saat pencoblosan.

Cerdas memilih sebuah pilihan beradab. Pemilih yang cerdas menjadikan demokrasi sebagai gaya hidupnya. Sebagai gaya hidup, demokrasi itu tidak bisa dibeli dengan uang, menolak politik identitas, menolak hoaks, dan penuh sukacita menggunakan hak pilih. Cerdas memilih sesungguhnya gaya hidup modern.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.