Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Coblos Dahulu Libur Kemudian

02/4/2019 05:00

GOLONGAN putih alias golput merupakan kelompok masyarakat yang memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilih pada saat pemungutan suara dalam pemilihan umum yang berlangsung.

Saat hari pencoblosan dilakukan, kelompok yang masuk kategori golput, karena sesuatu dan lain hal, tidak menggunakan hak pilih, antara lain dengan tidak datang ke tempat pemungutan suara ataupun dengan cara lain. Alhasil, hak pilih mereka sebagai warga negara pun terbuang percuma.

Dari waktu ke waktu dan di berbagai negara, keberadaan kalangan yang masuk kategori golput selalu ada. Berbagai survei, salah satunya yang dilakukan Indikator Politik, memprediksi jumlah golput pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 berkisar 20%.
Meskipun potensi jumlah kelompok golput tersebut lebih rendah daripada saat Pilpres 2014, kisaran proporsi tersebut tetap merisaukan.

Hal itu karena demokrasi akan semakin menggembirakan bila tingkat partisipasi warga dalam pemilihan umum di sebuah negara semakin tinggi.

Ironisnya, tidak seluruh potensi golput tersebut lahir karena alasan yang cukup substantif. Hasil sigi Lembaga Survei Indonesia, misalnya, menunjukkan kurang lebih sebulan menjelang Pemilu 2019, pemilih yang tahu pemilu digelar pada April hanya sebesar 65,2%. Artinya, dalam kaitan itu, golput berpotensi terjadi akibat ketidaktahuan mengenai tanggal pencoblosan.

Lebih mengejutkan lagi hasil survei terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebutkan sebanyak 7% dari mereka yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau sekitar 13 juta orang justru berencana untuk pergi berlibur saat hari-H pencoblosan Pemilu 2019 pada 17 April. Alasannya ialah karena penyelenggaraan Pemilu 2019 dilaksanakan pada saat mendekati hari libur panjang.

Pemerintah telah menetapkan 17 April 2019 sebagai hari libur nasional. Akan tetapi, dua hari kemudian, yakni 19 April, ialah hari libur Paskah alias Jumat Agung dalam rangka memperingati wafatnya Isa Almasih. Hari libur itu berlanjut karena Sabtu-Minggu merupakan hari libur rutin.

Pertimbangan pembuat undang-undang menetapkan Rabu, 17 April, sebagai hari pencoblosan sangatlah sederhana. Rabu disepakati sebagai hari pemilu di Indonesia. Pilkada serentak juga digelar pada Rabu. Tanggal 17 dipilih dengan pertimbangan tidak ada pasangan calon presiden-calon wakil presiden ataupun partai poltik yang mendapat nomor urut 17.

Adapun April dipilih untuk memberi ruang yang cukup banyak bagi tahapan dan penyelesaian sengketa pascapemilu serta memberi jaminan pada 1 Agustus sudah dilaksanakan pelantikan DPRD tingkat kabupaten.

Pembuat undang-undang yang bersepakat dengan KPU dan Bawaslu saat menetapkan 17 April sebagai hari pencoblosan sama sekali tidak mempertimbangkan dampak libur panjang. Adalah memprihatinkan jika pemilih mengutamakan libur daripada menggunakan hak untuk memilih.

Memilih untuk tidak menggunakan hak pilih memang bukan perbuatan pidana. Oleh karena itu, tidak ada sanksi yang dapat dikenakan kepada mereka yang memilih berlibur.

Hal yang dapat dilakukan hanyalah memberikan imbauan dan dorongan agar mereka tetap menggunakan hak pilih sebelum berlibur. Apalagi, negara sudah menggelontorkan biaya sekitar Rp25,59 triliun. Biaya selangit itu sia-sia jika warga negara tidak menggunakan hak pilih.

Menggunakan hak pilih ialah kontribusi nyata dari masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia ikut menentukan presiden dan wakil presiden yang akan memimpin pemerintahan serta memilih wakilnya yang akan duduk di parlemen.

Berlibur memang hak setiap warga. Namun, pemilu merupakan pesta demokrasi yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Warga negara yang bertanggung jawab tentu saja mampu menyelaraskan penggunaan hak pilih dan berlibur. Coblos dahulu, libur kemudian.

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.