Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Jokowi-Prabowo Jaga Persahabatan

01/4/2019 05:00

DEBAT keempat pemilihan presiden di Pemilu 2019, antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, berlangsung menarik. Kritik dan respons bergantian dilontarkan kedua calon presiden. Meskipun demikian, di akhir debat keduanya berkomitmen bahwa persahabatan di antara mereka tidak akan pernah putus.

Berbalas kritik sudah muncul sejak awal debat yang mengusung tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum itu digelar di Jakarta, Sabtu (30/3).

Prabowo sudah tampil 'menyerang' sejak awal debat. Di sesi soal ideologi, Prabowo meminta klarifikasi kenapa kubu Jokowi menuduhnya pro-khilafah dan melarang tahlil jika terpilih.

Namun, Jokowi yang tampil kalem tidak melayani perta-nyaan Prabowo. Jokowi juga mengatakan dirinya pun bernasib sama, sering dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) selama 4,5 tahun. Walaupun demikian, keduanya sama-sama berkomitmen menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Selama debat berlangsung ada pertukaran gagasan yang lebih substantif. Perdebatan soal pertahanan berlangsung panas. Jokowi menyebut Prabowo tidak percaya kepada TNI saat menanggapi Prabowo yang sebelumnya menyebut di TNI ada budaya ABS alias asal bapak senang. Bahkan, Prabowo marah ketika penonton tertawa saat dia mengulas tentang pertahanan Indonesia yang dinilainya masih rapuh dan lemah.

Kritik dan konter argumen antara Jokowi dan Prabowo sesungguhnya menjadi batu uji untuk mengetahui dan mengatasi kelemahan sendiri demi penyempurnaan visi, misi, dan program terkait dengan tema yang diusung untuk kebajikan publik.

Di segmen terakhir debat, Jokowi dan Prabowo sama-sama berkomitmen untuk menjaga tali persahabatan. Perbedaan pandangan selama debat berlangsung dianggap sebagai hal yang wajar, tetapi tidak akan sampai membuat tali persahabatan di antara mereka putus. Debat keempat ditutup saling memberi pelukan antara Jokowi dan Prabowo.

Jokowi dan Prabowo telah memberi contoh berpolitik secara sehat. Politik sebagai salah satu anak demokrasi sudah seharusnya mengedepankan sikap saling menghormati, bukan menegasi. Debat boleh-boleh saja berlangsung panas, tapi di antara mereka tidak ada narasi hujat-menghujat dan caci-mencaci.

Persahabatan antarpemimpin yang ditunjukkan di panggung depan hendaknya berjalan seiring di panggung belakang. Para pemimpin hendaknya mampu mengawasi dan memastikan para pendukung mereka tidak saling menghujat. Pemimpin harus menjadi teladan dan bukan justru menjadi aktor yang mengeksploitasi perbedaan demi kepentingan pemenangan pemilu.

Bersaing untuk memenangi pemilu hendaknya berlangsung dalam suasana dan nuansa harmonis. Suasana harmonis bisa tercipta jika para elite tetap mengedepankan etika, bukan menghalalkan segala cara untuk meraih simpati dalam kontestasi elektoral.

Harus tegas dikatakan bahwa inilah saat yang tepat untuk meninggalkan cara-cara kampanye zaman old yang doyan memakai politik adu domba, pecah belah, hoaks, berbohong, ataupun ujaran kebencian. Politik zaman now mengedepankan adu program, gagasan, ide, prestasi, dan rekam jejak.

Indonesia membutuhkan politik yang mendamaikan. Karena itu, dalam setiap kesempatan para pemimpin hendaknya mengedepankan narasi politik yang menyatukan tujuan, yakni memajukan kesejahteraan rakyat.

Elok nian bila para pendukung mulai dari sekarang belajar berpolitik secara sehat dari Jokowi dan Prabowo. Jangan menjadikan perbedaan sebagai senjata untuk saling menjatuhkan. Jokowi dan Prabowo sudah berpelukan di atas pangung debat, elok pula jika pendukung mereka mulai bergandengan tangan sambil tetap menghormati perbedaan pilihan politik masing-masing.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.