Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kampanye Terbuka Gaungkan Optimisme

27/3/2019 05:00

AJANG pemilihan presiden telah masuk tahapan kampanye rapat umum atau kampanye terbuka. Model kampanye tersebut memberi kesempatan kepada pasangan calon untuk lebih leluasa menyosialisasikan program dan mengajak masyarakat memilih mereka. Barangkali karena saking semangatnya, tidak ayal, rambu-rambu pun kerap dilanggar. 

Baru tiga hari kampanye terbuka digelar, Badan Pengawas Pemilu menemukan indikasi pelanggaran di sana-sini. Dari penggunaan fasilitas negara, pengerahan aparatur sipil negara, pelibatan anak-anak dalam kampanye, hingga pemasangan alat peraga kampanye di luar ketentuan. 

Indikasi pelanggaran ada di kedua kubu, baik paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin maupun paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin sampai mengingatkan agar tidak membuat kesalahan pada tiga pekan terakhir kampanye Pemilu 2019. Pasalnya, sanksi terberat pelanggaran aturan kampanye berupa pencoretan nama paslon dari ajang pilpres. 

Pemimpin wajib patuh pada hukum, maka calon pemimpin harus mampu menunjukkan komitmen tersebut. Jangan pula mengikutsertakan organisasi yang sudah dinyatakan terlarang, termasuk simbol-simbolnya, dalam kampanye. Apalagi mengusik ideologi Pancasila yang melindungi keberagaman. 

Di tengah semangat yang kian menggebu untuk memenangi pilpres, pembawaan tiap pasangan calon juga semakin kentara. Di kubu yang satu terus menggaungkan optimisme dengan bermodalkan capaian pembangunan selama hampir lima tahun terakhir. Sebaliknya, kubu lainnya tiada henti mengkritik capaian tersebut sekaligus menggemakan pemismisme bila kebijakan saat ini dilanjutkan. 

Pembawaan yang berbeda seperti itu wajar-wajar saja. Petahana memiliki keunggulan karena bisa memperlihatkan hasil kerja yang nyata. Adapun pihak lawannya hanya bisa mengkritik karena belum punya bukti keberhasilan. Itu hal biasa.

Akan tetapi, ketika narasi dan nuansa kampanye turut menggaungkan tudingan tidak berdasar, hoaks, sampai dengan intimidasi, tentu saja sudah kelewat batas. Kalaupun tidak terbukti ada pelanggaran aturan pemilu, batas etika telah terlanggar. 

Contohnya, betapa gigih Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mencoba menggiring publik ke arah keraguan bahkan tidak percaya terhadap legitimasi suara pemilu. Penjelasan dari pihak penyelenggara pemilu hanya menjadi angin lalu dan narasi delegitimasi pemilu berkali-kali diajukan. 

Tidak sampai di situ. Narasi kampanye yang mengibaratkan ajang pilpres sebagai perang yang mempertaruhkan hidup dan mati bangsa turut memupuk bibit kemarahan. Bila kalah di ajang pilpres, kemarahan pun meledak. Ketika massa tersulut, aturan yang memediasi perselisihan hasil pemilu bisa dengan sengaja diabaikan. Demikian yang terasa dari perumpamaan perang tersebut.

Perlu kita ingatkan lagi kepada publik, siapa pun paslon yang terpilih, kita harus tetap optimistis. Bangsa ini akan terus berkembang menuju negara maju, mandiri, serta berkeadilan dengan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat. Jangan mudah terprovokasi, tunaikan hak memilih, dan rayakan pesta demokrasi dengan kegembiraan.

Kontestasi Pemilu 2019 tidak boleh meruntuhkan persatuan dan keberagaman. Benar bahwa setiap warga memiliki hak politik, tetapi hak itu tidak boleh mengabaikan kewajiban warga negara untuk merawat keberagaman. Benar bahwa demokrasi itu penting, tetapi persatuan bangsa jauh lebih penting.

Jangan pernah berhenti menggaungkan narasi-narasi optimisme dan pada saat bersamaan harus berani menolak keikutsertaan simbol-simbol organisasi yang dilarang masuk di arena kampanye terbuka.
 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.