Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Terorisme Musuh Kemanusiaan

20/3/2019 05:00

SAMPAI kapan pun, terorisme memang tak boleh dianggap enteng. Terorisme ialah kejahatan kemanusiaan. Ia tak mengenal agama, begitu juga ia tidak mengenal etnik, ras, wilayah, atau batasan-batasan yang lain. Sudah banyak contoh yang memperlihatkan aksi terorisme melampaui batas-batas itu, termasuk batas negara.

Terorisme juga tak melulu tumbuh dan digerakkan dalam sel-sel jaringan atau organisasi. Ia bahkan bisa bergerak secara individual. Digerakkan motif dan inisiatif sendiri, tanpa garis komando, tanpa doktrinasi kolektif. Namun, yang pasti, ancaman terorisme itu kian nyata, bahkan semakin terang-terangan.

Teror penembakan terhadap jemaah salat Jumat di dua masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3), ialah bukti bahwa terorisme bisa dilakukan siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan dilandasi kepentingan serta motif apa saja.

Brenton Tarrant, warga negara Australia, pelaku penembakan itu bukan anggota jaringan terorisme. Tarrant bergerak dengan modal, keinginan, dan tujuan sendiri. Hanya didasari kebencian terhadap imigran-imigran muslim, Tarrant yang sebelumnya cuma 'orang kulit putih biasa, dari keluarga biasa' seketika berubah wujud menjadi seorang teroris.

Aksi kejam nan brutal itu pun kian mengukuhkan berbagai seruan nyaring dalam berbagai forum bahwa tatanan dunia yang damai sedang dikoyak-koyak sikap intoleran dan diskriminatif dari mereka yang tidak mengakui harkat manusia. Sekali lagi, terorisme ialah kejahatan yang menginjak-injak prinsip kemanusiaan.

Dalam konteks dalam negeri Indonesia, kejadian di Selandia Baru itu, mau tidak mau, harus dibaca sebagai peringatan amat serius kepada pengelola negeri ini untuk tidak sekali pun mengendurkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

Betul bahwa terorisme di Indonesia masih didominasi pelaku-pelaku yang tergabung dalam jaringan atau kelompok teroris. Tiga hari sebelum aksi Tarrant pun, polisi menangkap terduga teroris Abu Hamzah di Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (12/3). Sungguh ironis, dalam penangkapan itu, istri Abu Hamzah tewas dengan meledakkan diri.

Namun, itu bukan berarti tertutup kemungkinan teror individual seperti di Selandia Baru bakal terjadi di Indonesia. Justru, editorial ini ingin mengingatkan semua pihak agar tidak kehilangan kewaspadaan, lebih menguatkan keamanan dan pertahanan negara dari sekecil apa pun ancaman terorisme.

Senyatanya terorisme yang dilakukan secara individual itu ada dan sudah banyak terjadi di depan mata. Boleh jadi pergerakannya malah lebih berbahaya karena tidak gampang terdeteksi. Bahkan, karena gerakannya yang di luar struktur, dia mungkin sama sekali tidak terendus.

Hal itu tentu membutuhkan tingkat kewaspadaan dan kesigapan level tinggi dari seluruh elemen, terutama Polri sebagai ujung tombak pemberantasan terorisme. Kelengahan hanya akan berujung petaka, sesuai dengan tujuan para pelaku teror, yakni menebar malapetaka ke seluruh penjuru negeri.

Dalam upaya lain, kita perlu meneguhkan kembali perlawanan terhadap bibit-bibit terorisme, seperti intoleransi dan radikalisme. Bibit atau benih itu harus betul-betul dimatikan, jangan sampai ia dibiarkan tumbuh apalagi disiram dengan narasi-narasi kebencian dan fanatisme kebablasan.

Siapa pun tak patut membolehkan narasi-narasi keji seperti itu lebih menguasai ruang publik ketimbang dialog yang mencerahkan. Kita khawatir, kalau semua itu dibiarkan, perang melawan terorisme barangkali tak akan pernah berakhir gemilang.
 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.