Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Jayapura Berduka

18/3/2019 05:00

BENCANA alam setiap tahun menghantui Jayapura, Papua. Kali ini banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras, yang mengguyur wilayah itu lebih dari delapan jam sejak Sabtu (16/3) sore, telah merenggut nyawa lebih dari 60 orang. Jumlah korban meninggal bisa saja terus bertambah.

Duka Jayapura ialah duka seluruh anak negeri ini. Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengevakuasi seluruh korban banjir dan memberikan bantuan kepada ribuan orang yang mengungsi. Pemerintah yang sigap dan bergerak cepat menolong warga yang tertimpa bencana memperlihatkan negara hadir di tengah masyarakat.

Kita memberikan apresiasi kepada personal Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polri, TNI, dan relawan yang bahu-membahu melakukan penanganan darurat, evakuasi, mencarian, dan menyelamatan korban, serta membantu para pengungsi. Masyarakat pun hendaknya membangun solidaritas sosial untuk ikut meringankan penderitaan warga Jayapura.

Hujan deras menyebabkan longsor di Cagar Alam Siklop (Cycloop). Material longsor itu lantas masuk ke sungai memicu banjir bandang menerjang permukiman dan fasilitas umum di Sentani. Ketinggian banjir bandang antara 0,6 meter dan 1,5 meter.

Kerusakan cagar alam Siklop telah lama diketahui sebagai penyebab bencana alam di Jayapura. Kondisi daerah penyangga atau resapan cagar alam pegunung­an Siklop telah lama rusak akibat penebangan hutan. Di beberapa wilayah telah berubah fungsi menjadi perkebunan warga setempat.
Fakta bahwa Jayapura rawan bencana sudah diketahui dari hasil penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Kementerian Sosial Yogyakarta pada 2015.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi wilayah Kota Jayapura sebagian besar terdiri atas dataran tinggi berupa pegunungan yang terjal dan kawasan pantai yang berteluk-teluk. Ini sangat rawan terhadap bencana alam yang berupa banjir dan tanah longsor.

Banjir yang terjadi di Kota Jayapura, menurut hasil penelitian itu, terutama disebabkan oleh adanya alih fungsi hutan untuk kegiatan pertanian dan permukim­an, pendangkalan dasar sungai karena terjadinya erosi disebabkan penggundulan hutan, penyempitan lebar sungai karena dibangunnya permukiman penduduk dan bangunan tempat usaha di bantaran sungai, serta pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat tidak pada tempatnya.

Kalau daerah datar seperti di Jawa, banjir yang ditakuti ialah apabila ketinggian air semakin me­rangkak naik. Lain halnya yang terjadi di Jayapura, ketakutan pada banjir karena kekuatan terjangannya. Menerjang dari puncak bukit menuju dataran rendah sehingga kekuatan terjangannya dahsyat. Kekuatan terjang banjir itulah yang kini merenggut banyak nyawa.

Harus ada kemauan yang kuat, sangat kuat, untuk mencegah banjir. Semua pihak, mulai pemerintah daerah, masyarakat, kelompok, keluarga, hingga perorangan, berkomitmen mencegah kerusakan hutan dan segera melakukan reboisasi cagar alam Siklop. Jika tidak, bencana terus-menerus datang. Tahun ini saja sudah lima kali terjadi banjir di Jayapura.

Negeri ini susungguhnya inflasi peraturan perundang-undangan terkait konservasi. Ada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yang kurang ialah konsistensi penegakan hukum dan menjaga lingkungan, termasuk menjaga dan merawat pegunungan Siklop yang setiap tahun rusak sekitar 10 hektare.

Pegunungan Siklop itu ibarat mama yang memberi makan seluruh masyarakat di Jayapura. Sudah terlalu lama Siklop dilukai dan disakiti, tidak dirawat. Saatnya semua pihak peduli dan terlibat menjaga kelestarian pegunungan Siklop agar ia tidak murka dan mengirim banjir dan material longsor yang menyebabkan Jayapura berduka.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.