Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Tolak Delegitimasi Penyelenggara Pemilu

15/3/2019 05:00

PEMILU 2019 tinggal sebulan lagi memasuki babak puncak, yakni pemungutan suara, pada 17 April mendatang. Untuk daerah pemilihan luar negeri, proses pemungutan suara bahkan telah dimulai. 

Para pemegang hak suara yang memiliki izin tinggal di negara yang bersangkutan secara bertahap mendapatkan kiriman surat suara.

Hampir seluruh energi juru kampanye dan simpatisan terarah ke pilpres yang menampilkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Mereka ialah pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Konten bohong dan hasutan pun berseliweran. Tidak hanya menyerang pasangan calon, isu-isu bohong itu juga ditujukan kepada penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Serangan terhadap KPU dan Bawaslu ini cukup mengkhawatirkan karena menggaungkan narasi ketidakpercayaan terhadap kinerja kedua lembaga. Survei terbaru SMRC menyebut 25% pendukung paslon nomor urut 02 tidak percaya KPU netral. Bila dihitung keseluruhan responden baik pendukung 01 maupun 02, mereka tercatat sebanyak 13%.  

Ketidakpercayaan antara lain terbangun dari kabar-kabar bohong (hoaks) yang ditiupkan. Ada berita bohong yang menyatakan telah ditemukan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Faktanya, ketika itu surat suara bahkan belum dicetak.

Tidak lama kemudian, datang kembali hoaks tentang surat suara tercoblos. Kali ini di Medan, Sumatra Utara. Video keributan di masa pilkada Tapanuli, Sumut, pada 2018 tersebut dikemas seakan-akan terkait dengan protes surat suara pilpres tercoblos di KPU Medan.  

Isu-isu yang menyerang KPU dan Bawaslu bisa dikatakan seluruhnya datang dari salah satu kubu. Entah kebetulan atau tidak, serangan isu itu seiring dengan elektabilitas kubu tersebut yang cederung kian melemah dalam berbagai survei.

Harus tegas dikatakan bahwa makin kuatnya upaya membangun persepsi publik untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu merupakan bentuk ketakutan pihak tertentu yang tidak siap bertanding dan takut kalah dalam pemilu. 

Narasi-narasi kecurangan yang diembuskan tanpa fakta itu merupakan cermin sikap tidak siap menerima kekalahan. Jika mereka kalah, penyelenggara pemilu yang dibelah.

KPU ialah lembaga penyelenggara pemilu yang dijamin dan dilindungi konstitusi. Pemilu, menurut konstitusi, diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. 

Kemandirian yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum, sebagaimana dimaksud Pasal 22E ayat (5) UUD 1945, ialah kemandirian yang tidak memihak kepada partai politik atau pasangan calon presiden mana pun.

Sejauh ini, penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu sudah memperlihatkan kemandirian yang dimaksud konstitusi. Keduanya mengambil jarak yang sama terhadap semua kontestan, baik itu partai politik maupun pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Penyelenggara pemilu tetap tekun merawat sikap mandiri, imparsial, tidak berpihak kepada para peserta pemilu, bekerja secara transparan, punya kapasitas, profesional, dan berintegritas. Tidaklah elok membangun narasi-narasi hoaks yang hanya bertujuan meruntuhkan wibawa penyelenggara pemilu.

Hoaks yang dimunculkan secara sistematis hanya bertujuan mendelegitimasi KPU dan Bawaslu. Tujuannya membuat hasil pemilu tidak dipercaya. 

Kita berharap KPU dan Bawaslu terus meneguhkan kepercayaan publik, antara lain dengan aktif mengklarifikasi sekaligus responsif terhadap kritik yang disertai bukti dan langsung melakukan perbaikan. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan bagi para pecundang menuding hasil pemilu tidak sah.
 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.