Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Prioritas Keselamatan Penumpang

13/3/2019 05:00

JAMINAN keselamatan pada transportasi publik ialah syarat mutlak. Tidak ada toleransi soal itu. Negara harus memastikan keselamatan hanya memiliki standar tunggal agar tak tercipta ruang-ruang negosiasi atau bahkan tawar-menawar terkait dengan keselamatan.

Dalam perspektif itulah kita meyakini bahwa keputusan pemerintah melarang terbang pesawat Boeing 737 Max 8 di wilayah Indonesia ialah langkah tepat. Keputusan itu merupakan reaksi dari dua kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 dengan sebab teknis yang hampir sama dalam kurun waktu yang tak terlalu lama. Salah satunya terjadi di Indonesia.

Pada Oktober 2018 lalu, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat itu menghunjam perairan Karawang setelah 13 menit terbang dari Jakarta. Baru-baru ini, Minggu (10/3), pesawat sejenis milik Ethiopian Airlines jatuh hanya 6 menit setelah lepas landas dari Addis Ababa.

Sangat mungkin perusahaan yang memiliki armada Boeing 737 Max 8 bakal menggerutu dengan pelarangan itu. Suka tidak suka, keputusan itu akan berdampak besar pada maskapai tersebut, utamanya dari penurunan jumlah penumpang.

Namun, bagaimanapun dalam industri penerbangan, faktor keamanan dan keselamatan harus menjadi sesuatu yang prioritas. Ibarat kata, jangan berbisnis di sektor ini kalau perusahaan tidak mau peka akan keamanan pesawatnya. Meski pahit, jauh lebih baik mengambil tindakan pencegahan ketimbang membiarkan karena pembiaran sejatinya merupakan awal langkah kita menggadaikan keselamatan.

Prinsip safety must always come first sesungguhnya bukan monopoli angkutan udara. Industri transportasi darat dan laut pun mestinya menerapkan prinsip yang sama. Keselamatan penumpang ialah jaminan absolut yang mesti mereka berikan. Inovasi apa pun harus dilakukan dengan tetap menempatkan keamanan dan keselamatan pada derajat teratas.

Sangat kebetulan, pada hari yang sama dengan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, di dalam negeri kita juga dikejutkan dengan anjloknya kereta komuter Jabodetabek di daerah Kebon Pedes, Bogor. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, tetapi tetap saja itu mengindikasikan ada faktor-faktor terkait dengan keselamatan yang terabaikan.

Dua kejadian itu semestinya menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara transportasi umum lain agar jangan sekali-kali meremehkan keselamatan. "Jika terjadi apa-apa (dengan keselamatan), habis mereka," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin.

Termasuk yang sangat kita wanti-wanti ialah moda transportasi yang baru dikembangkan di Indonesia, salah satunya mass rapid transit atau dibahasakan menjadi moda raya terpadu (MRT). Kemarin, bukan kebetulan, MRT mulai diuji untuk publik sebelum dibuka penuh secara komersial pada 23 Maret mendatang.

Mau tidak mau, sorotan mesti kita arahkan pada kesiapan sistem serta perangkat keselamatan moda yang baru akan dioperasikan di Ibu Kota tersebut. Apalagi kita tahu sebagian rel besi MRT di Jakarta itu akan mengular panjang di bawah tanah. Ini baru pertama kali diterapkan di negeri ini. Karena itu, sudah sepatutnya publik dapat diyakinkan bahwa teknologi standar keamanan dan keselamatannya sudah selevel dengan standar di Jepang, negeri yang kita adopsi teknologinya.

Sekali lagi, dalam konteks transportasi publik, keselamatan penumpang harus selalu dijadikan nomor satu. Bahkan mungkin mesti dianggap sebagai hal yang sakral agar tak ada pihak yang berani mengabaikannya. Konsistensi untuk mengimplementasikan standar prosedur keselamatan yang tinggi dan disiplin akan menjadi kunci maju-tidaknya industri transportasi di Tanah Air.
 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.