Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Politisasi Banjir

09/3/2019 05:00

ALAM kembali menunjukkan kuasanya di negeri ini. Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama menyebabkan banyak wilayah, termasuk di Jawa Timur, terendam. Sampai-sampai Tol Trans-Jawa pun tak luput dari terjangan banjir.

Musibah banjir yang melanda dalam beberapa hari terakhir terbilang parah, juga masif. Tak cuma cakupan wilayah yang sangat luas, jumlah masyarakat yang terdampak amat banyak. Puluhan ribu rumah terendam di seluruh wilayah Indonesia, begitu pula dengan sawah atau lahan pertanian lainnya.

Dari sekian banyak daerah yang dihajar banjir, Jawa Timur merupakan yang terparah. Di wilayah ini, 15 dari 38 kabupaten terkena banjir sejak Selasa (5/3) dengan tingkat keparahan bervariasi. Yang paling parah ialah Kabupaten Madiun, yakni ada 39 desa di 8 kecamatan terendam. 

Banjir dan tanah longsor juga melanda daerah-daerah di banyak provinsi lain. Sebut saja Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Nusa Tenggara Timur. Bahkan, tanah longsor di Labuan Bajo, NTT, menyebabkan delapan orang tewas.

Banjir kali ini kian menyedot perhatian lantaran juga merendam ruas Tol Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari Tol Trans-Jawa kebanggaan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Tak tanggung-tanggung, ketinggian air hampir 1 meter memutus jalur arah Surakarta di Km 603 hingga Km 604. 

Sebagai bangsa yang tinggal di kawasan rawan bencana, musibah demi musibah ialah keniscayaan yang mesti dihadapi. Gempa, tsunami, dan beragam jenis bencana hidrometeorologi akan terus terjadi. Yang terpenting, bagaimana kita mau dan mampu mengantisipasi bencana itu datang sehingga korban jiwa dan material dapat diminimalisasi.

Banjir yang membuat puluhan ribu warga nestapa jelas tidak kita harapkan. Namun, ia merupakan wujud dari kewenangan alam sehingga kita harus menerimanya sebagai ujian sekaligus pelajaran. 

Banjir terkini termasuk di Jawa Timur terjadi selain karena aktivitas madden julian oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer yang merambat dari barat (Samudra Hindia) ke timur dengan membawa massa udara basah sehingga memicu hujan lebat, juga karena sungai-sungai dan drainase tak mampu lagi menampung air. Karena itu, menormalisasi sungai dan drainase ialah solusi yang mau tidak mau harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Saat ini seluruh pihak terkait memang tengah terfokus pada penanganan korban. Namun, solusi jangka pendek dan jangka panjang agar banjir serupa tak lagi menerpa mutlak menjadi pemikiran mereka, termasuk agar Tol Trans-Jawa tak lagi menjelma menjadi sungai dadakan.

Sulit disangkal, banjir yang merendam jalan berbayar itu cukup mengagetkan. Tak berlebihan rasanya jika pertanyaan mendasar kemudian diajukan bukankah tol dibangun dengan perencanaan supermatang sehingga mestinya tidak kebanjiran?

Kendati begitu, sangat tidak patut jika banjir lalu diseret-seret ke ranah politik. Amat tidak elok jika banjir yang sebenarnya musibah lantas dianggap sebagai 'berkah' untuk menyerang lawan politik di tahun politik ini.

Jika menilik tingkat keparahan banjir, terendamnya ruas Tol Ngawi-Kertosono memang sulit dihindari. Dalam hal ini, kuasa alam tampaknya lebih perkasa ketimbang daya pikir manusia. Yang terpenting, ke depan kecerdasan kita mesti bisa diunggulkan untuk meredam amuk alam sehingga permukiman dan tol tak lagi kebanjiran. 

Jika mau, kita sebenarnya mampu. Pengalaman menunjukkan Tol Bandara Soekarno-Hatta beberapa kali pernah tenggelam, tetapi sekarang bebas banjir berkat berbagai upaya yang dilakukan. Begitu pula dengan Tol Jakarta-Merak yang beberapa tahun silam kerap diputus banjir, kini aman-aman saja. 

Bencana semestinya disambut dengan empati, berlanjut pada introspeksi, evaluasi, lalu mendapatkan solusi agar tidak terjadi lagi. Sungguh sesat pikir jika bencana seperti halnya banjir kali ini kemudian dipolitisasi.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.