Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Efektivitas Dana Desa

22/2/2019 05:00

DULU, negeri ini tekun merawat ketimpangan sosial dengan pola pembangunan ekonomi yang cenderung berpihak ke perkotaan. Perdesaan, apalagi yang berada di luar Pulau Jawa, hampir tak tersentuh tangan-tangan pembangunan. Di saat ekonomi kota bersolek, desa justru terus-menerus tampil sebagai potret buram kemiskinan.

Di desa, kemiskinan diwariskan turun temurun karena minimnya keberpihakan negara dan nihilnya anggaran untuk menggerakkan perekonomian desa. Rakyat desa dibiarkan tanpa inisiatif karena seluruh inisiatif datang dan digerakkan dari atas. Akibatnya, penataan ekonomi di Indonesia menjadi berantakan dengan ketidakmerataan yang luar biasa.

Paradigma itu mulai bergeser ketika dana desa hadir dan digulirkan. Ada perubahan dari pemerintah dalam cara memandang perdesaan. Desa tak lagi hanya dianggap sebagai pelengkap geografis, tapi mulai diperlakukan selayaknya pilar kekuatan ekonomi nasional. Pelan-pelan desa diberdayakan. Infrastruktur ekonomi perdesaan diperbaiki. Potensi dan inisiatif desa dioptimalkan.

Memang, butuh 'modal' besar untuk itu. Total dana desa yang dikucurkan dalam periode lima tahun ini (2015-2019) mencapai Rp257 triliun dengan jumlah alokasi tiap tahun yang selalu ditingkatkan. Dimulai dengan Rp20,7 triliun pada 2015, anggaran dana desa pada tahun ini sudah meningkat hampir empat kali lipat menjadi sebesar Rp73 triliun.

Jumlah anggaran yang besar tentu saja mencerminkan sebuah keberpihakan yang maksimal, dan terbukti keberpihakan itu tidak salah arah. Pengucuran dana desa telah menjejakkan hasil yang nyata dalam mendongkrak perekonomian desa dan warga. Hingga akhir tahun lalu, terbangun hampir 1 juta unit sarana air bersih, lebih dari 158.000 kilometer jalan desa, jembatan, irigasi, embung, dan puluhan ribu PAUD, polindes, serta posyandu.

Dengan pembangunan-pembangunan itu, indeks pembangunan desa (IPD) yang pada 2014 sebesar 39,21% ikut naik menjadi 44,63% pada 2018. Bahkan, dana desa punya andil cukup besar menurunkan angka kemiskinan ke level satu digit, 9,82% (2018). Dana desa juga banyak melahirkan kewirausahaan masyarakat desa dengan bentuk produk pangan hingga ekowisata.

Hasil-hasil pencapaian yang sudah terkonfirmasi tersebut kiranya akan menjadi bantahan telak bagi sejumlah kritik yang menyebut penyaluran dana desa selama ini hanya membebani keuangan negara tanpa hasil nyata.

Namun, itu bukan berarti pemerintah boleh besar kepala. Harus diakui, masih ada kebocoran kecil di sana-sini dari pengalokasian dana desa. Justru itulah pekerjaan rumah paling berat pemerintah saat ini, pengawasan dan evaluasi. Anggaran kecil saja mesti diawasi betul penggunaan dan pemanfaatannya, apalagi ini dana mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah kajian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengindentifikasi empat celah penyelewengan dana desa di Indonesia. Keempat celah itu terdapat pada regulasi, tata laksana, pengawasan serta kualitas, dan integritas SDM yang mengurus dana desa.

Poin-poin itulah setidaknya yang bisa menjadi pijakan pemerintah dalam mengawasi penggunaan dana desa. Selain itu, perlu dipastikan pula bahwa perputaran dana desa itu tetap berada di wilayah perdesaan. Jangan sampai desa hanya jadi tempat singgah dana desa, tetapi sesaat kemudian menguap lagi ke kota.

Jika itu bisa dilakukan, dana desa tak hanya akan menjadi solusi mengatasi kemiskinan perdesaan dan meminimalkan ketimpangan. Ketika efektivitasnya terjaga, dana desa bakal menjadi instrumen pencegah urbanisasi dari desa ke perkotaan yang hingga kini masih terjadi.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.