Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Menuju Debat Sesungguhnya

15/2/2019 05:00

DEBAT kedua Pilpres 2019 bakal menyedot perhatian publik. Debat itu menarik karena formatnya bukan seperti tanya jawab dalam perlombaan cerdas cermat dengan kisi-kisi pertanyaan dibocorkan sebelumnya.

Lebih menarik lagi karena debat pada Minggu (17/2) itu seperti tanding ulang antara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Keduanya tampil di atas ring debat tanpa didampingi calon wakil presiden masing-masing, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Jokowi dan Prabowo pernah berhadap-hadapan pada debat Pilpres 2014. Ketika itu, berdasarkan data survei Indikator, Jokowi keluar sebagai pemenang debat. Saat itu Jokowi mampu mengecoh banyak orang yang menduga ia akan 'ditelan' hidup-hidup oleh Prabowo. Sebaliknya yang terjadi, Jokowi tampil melebihi ekspektasi publik, sedangkan Prabowo membuat beberapa blunder.

Publik kini menunggu apakah Jokowi atau Prabowo yang bakal tampil melampaui ekspektasi? Siapakah di antara mereka yang membuat blunder? Teka-teki itu akan terjawab pada segmen khusus di sesi keempat. Disebut segmen khusus karena format itu belum pernah ada sebelumnya.

Segmen khusus itu disebut juga sebagai debat bebas atau pertarungan bebas dengan durasi waktu yang cukup panjang. Pada sesi itulah publik bisa menyaksikan kedua kandidat bakal bertarung layaknya debat calon presiden di pemilu presiden Amerika Serikat.

Sesi pertarungan bebas itu bakal diisi dengan tanya jawab antarcalon. Keduanya akan saling menjawab dan menanggapi pernyataan tanpa terpotong durasi waktu. Namun, meski debat bebas, kedua kandidat hendaknya tidak terjerumus pada debat kusir. Elok nian bila para kandidat tetap fokus mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Peran moderator sangat penting untuk memandu debat bebas tetap berada dalam koridor tema, tidak menjurus pada debat kusir tanpa narasi dan argumentasi. Jauh lebih penting lagi ialah moderator tetap memperlihatkan sikap independen dan imparsial.

Dua moderator diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik karena mereka orang-orang pilihan. Apalagi, moderator dan panelis berkomitmen menjaga kerahasiaan soal dan materi debat dengan meneken pakta integritas pada 9 Februari.

Pakta integritas hakikatnya ialah komitmen moral tanpa ada sanksi hukum bila dilanggar. Karena itulah, pakta integritas yang paling sering dilanggar di negeri ini. Bukankah pejabat yang masuk bui itu sebelumnya meneken pakta integritas antikorupsi?

Terus-menerus menyempurnakan format debat sebuah keniscayaan agar tidak membosankan seperti debat perdana pada 17 Januari lalu. Debat calon presiden-wakil presiden sejak kali pertama diperkenalkan tak pernah berevolusi menuju debat yang sesungguhnya.

Kali pertama digelar pada 2004, debat malah disebut sebagai dialog. Karena itulah lima pasangan calon tidak ditampilkan bersamaan di atas panggung. Saat itu tidak ada argumentasi, satu sama lain saling memuji. Memasuki debat pilpres putaran kedua lebih aneh lagi, yang terjadi malah monolog karena dua pasangan calon tampil terpisah.

Debat resmi masuk undang-undang pada Pemilu 2009. Akan tetapi, penyelenggaraan debat saat itu mirip tanya jawab dalam cerdas cermat. Baru pada Pemilu 2014 tampak ada perbedaan jawaban pasangan calon saat debat. Perbedaan itulah yang dalam catatan Indikator menjadi alasan Jokowi diunggulkan dari Prabowo.

Evolusi dari dialog menuju debat sesunguhnya mudah-mudahan terlihat jelas pada debat kedua kali ini. Jokowi dan Prabowo mestinya tampil lebih autentik, tak perlu emosional dan sensasional. Mereka tidak perlu terkungkung dalam tradisi jangan sampai kehilangan muka atau wibawa.

Debat yang langsung menukik pada substansi diharapkan mampu menyedot perhatian pemilih rasional yang hingga kini belum menentukan pilihan atau malah menarik orang yang masih bisa beralih dukungan. Pemilih merindukan debat yang lebih substansial menawarkan visi, misi, dan program, bukan debat yang malu-maluin.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.