Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Nasionalisme Artifisial

02/2/2019 05:05

GLOBALISASI yang ditopang kemajuan teknologi informasi berpotensi mengikis rasa kebangsaan dan nasionalisme. Teknologi seluler dan internet menjadikan dunia satu, satu sama lain bisa berkomunikasi langsung tanpa dibatasi sekat negara.

Dunia yang satu itu menimbulkan kekhawatiran tergerusnya rasa kebangsaan dan nasionalisme jika tidak dibarengi dengan literasi yang memadai. Anak-anak muda yang terpapar globalisasi menempatkan kebanggaan sebagai warga dunia di atas kebanggaan sebagai warga sebuah negara.

Kekhawatiran itu juga melanda Indonesia. Sebab, generasi terkini lebih gandrung menikmati budaya luar. Musik dan serial film Korea lebih banyak dinikmati, juga budaya Barat lebih banyak menyita perhatian para milenial.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi termasuk yang mengkhawatirkan nasionalisme generasi muda. Karena itulah ia mengeluarkan surat imbauan tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop. Surat bernomor 1.30.1/Menpora/I/2019 itu diteken pada 30 Januari.

Dalam surat tersebut, Imam menyatakan alasan dirinya memberikan imbauan guna meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air.

Belum sempat dilaksanakan, surat itu resmi dicabut kemarin. Alasan pencabutan karena adanya resistensi yang tinggi. Kemenpora pun meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan atas imbauan yang kemudian menjadi polemik.

Kurang elok bila tujuan yang baik menempuh cara-cara yang tidak bersahabat dengan generasi muda. Maksud menumbuhkan nasionalisme justru ditangkap sebagai bentuk indoktrinasi yang seharusnya ditinggalkan bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru.

Kiranya perlu dicarikan cara-cara kreatif untuk menumbuhkan rasa mencintai Indonesia di kalangan milenial. Kaum muda itu memuliakan daya-daya kreatif. Mestinya Kemenpora menyediakan ekosistem yang baik bagi pengembangan kreativitas anak muda yang pada akhirnya menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme. Bukan menganjurkan menyanyikan Indonesia Raya di bioskop.

Bagaimana dan di mana lagu Indonesia Raya dinyanyikan sudah diatur secara detail dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Tidak ada satu kalimat pun perintah dalam undang-undang untuk menyayikan lagu kebangsaan sebelum pemutaran film di bioskop.

Mereka yang datang ke bioskop tentu saja untuk menikmati hiburan. Sulit membayangkan para penonton yang sebagian besar anak muda itu harus berdiri tegak dengan sikap hormat sesuai amanat Pasal 62 UU 24/2009 ketika lagu kebangsaan dinyanyikan sesaat sebelum film diputar.

Kendati imbauan itu hanya berdurasi dua hari, tidak berarti Menpora Imam Nahrawi lepas tanggung jawab untuk mencari kreativitas baru untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pemuda.

Ada banyak cara untuk memperkukuh rasa nasionalisme. Dalam menanamkan rasa cinta Tanah Air tidak cukup menonjolkan aspek simbolis dan artifisial. Namun, yang lebih penting ialah melalui pendidikan dan pendekatan kebudayaan.

Faktor yang lebih penting lagi ialah melakukan pendekatan yang lebih nyata, yaitu dengan kebijakan untuk mendorong prestasi di berbagai bidang. Terkait tugas Kemenpora ialah membangun prestasi olahraga nasional.

Jika olahraga meraih prestasi di tingkat dunia secara otomatis nasionalisme akan tumbuh dan semakin kukuh di tengah bangsa Indonesia. Pada saat para atlet meraih medali emas, pasti bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya.

Elok nian bila Menpora bekerja sekuat tenaga untuk mendulang prestasi olahraga di ajang internasional sehingga bendera Merah Putih terus dikibarkan bersamaan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Tak perlulah mengurus lagu Indonesia Raya di bioskop segala, itu cuma nasionalisme artifisial.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.