Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Suluh Cendekiawan

30/1/2019 05:00

SESUNGGUHNYA, setaraf dengan para elite dan pemuka agama, kaum cendekiawan atau intelektual memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk watak bangsa. Dahulu, mereka menjadi bagian penting dalam pendirian Republik ini. Sekarang, tentu masih menjadi tugas mereka untuk merawat dan menjaganya.

Bahkan dengan kemampuan intelektualitas mereka, cendekiawan selalu diharapkan menjadi salah satu problem solver masalah-masalah kebangsaan di tengah kewajiban mereka yang lain, yakni menumbuhkan iklim intelektualisme. Cendekiawan ialah sumber keteladanan dan idealisme sekaligus suluh kehidupan masyarakat.

Kehadiran mereka mesti mencerahkan, bukan mencemaskan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki, kaum intelektual hendaknya dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi bangsa, bukan malah berselingkuh dengan kepentingan praktis dan ambisi kekuasaan. Ilmu mereka semestinya aplikatif dan mencerahkan publik, bukan direkayasa demi mencari pembenaran atas hal-hal yang busuk dan melenceng.

Karena itu, celakalah mereka yang selama ini mengaku atau dijuluki cendekiawan, tapi senyatanya telah terkooptasi oleh oportunisme. Makin celaka lagi jika dalam kungkungan kooptasi itu, sang cendekiawan rela menjual integritasnya dengan menebar kritik dan analisis yang tidak berbasis fakta dan data yang benar. Mereka yang seharusnya menjadi penjaga akal malah mempermainkan akal.

Apa yang ditunjukkan Rizal Ramli saat mengkritik Menteri Keuangan terkait dengan utang luar negeri Indonesia ialah contoh bagaimana semangat keilmuan dengan amat gampang direduksi dan dikerdilkan demi menyerang individu, kelompok, dan golongan tertentu. Dalam kasus ini, yang menjadi sasaran ialah pemerintah. Rizal dengan semena-mena menggunakan data lama ketika menuding pemerintah Indonesia akan berutang lagi sejumlah U$$2 miliar dengan imbal hasil sangat tinggi, sebesar 11,625%.

Belakangan dia memang telah mengakui 'kengawurannya' tersebut karena sebetulnya tidak ada utang baru dengan nilai dan imbal hasil sebesar itu. Akan tetapi, itu tetap tidak bisa menghapus persepsi publik bahwa ternyata seorang pakar juga bisa menjadi penebar hoaks karena memakai basis data yang keliru. Jika terus terjadi, hal seperti itu tentu akan mendegradasi kaum cendekiawan.

Sekuat apa pun tarikan yang datang dari kepentingan politik praktis, sedapat mungkin cendekiawan mesti bertahan untuk tetap berada di tengah. Ia bukan oposisi, tapi tak boleh kehilangan pikiran kritis untuk memperjuangkan kebenaran, kebajikan, kejujuran, keadilan, dan perdamaian.

Begitu juga ia bukan bagian dari sistem kekuasaan, tetapi hendaknya cendekiawan dapat mengaktualisasikan ilmu pengetahuannya untuk berperan memecahkan masalah-masalah bangsa bersama pemerintah. Ketika mereka terpaksa terlibat dalam kekuasaan, kritik terhadap berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat tetap harus dijalankan. Jangan pula ia hanya menjadi petualang politik yang hanya berorientasi kekuasaan.

Sekali lagi, cendekiawan ialah suluh sekaligus penjaga akal budi. Mereka laksana pemimpin, elite bangsa yang semestinya memberikan teladan tentang budi pekerti, nilai-nilai luhur, kemanusiaan, kejujuran, dan idealisme. Sangat tidak pada tempatnya bila kaum cendekiawan justru banyak mempertontonkan kemunafikan dan kebohongan di depan publik.

Sebagai suluh, sudah kodratnya mereka menerangi. Bukan suluh namanya kalau mereka malah membuat masa depan negeri ini gelap gulita.

 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.