Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Inspirasi dari Butet

29/1/2019 05:00

DUNIA mengakui Indonesia ialah negara besar, tetapi harus diakui pula bahwa kapasitas negeri ini untuk unjuk bicara di forum dunia masih terbilang kecil. Hanya sedikit anak bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsa, itu pun bukan dari kalangan elite, melainkan para olahragawan atau cendekiawan.

Soal kuantitas, Republik ini tak kekurangan orang. Populasi Indonesia bahkan termasuk yang terbanyak sejagat, yakni sekitar 260 juta jiwa. Namun, tak banyak di antara mereka yang mau dan mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa di kancah dunia.

Di antara yang sedikit itulah, para atlet termasuk di dalamnya. Salah satunya ialah Liliyana Natsir, pebulu tangkis putri yang sudah lebih dari dua dekade menjadi andalan Indonesia dan pada Minggu (27/1) resmi menyatakan pensiun.

Butet, demikian dia biasa disapa, telah mengarungi perjalanan amat panjang di pentas persaingan olahraga tepok bulu. Bujangan kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985 itu merintis sebagai atlet bulu tangkis pada usia 9 tahun.

Dengan bermodal talenta dan ketekunan luar biasa dalam mengasah skill dan kemampuan, Butet berhasil menembus rivalitas pusat latihan nasional pada 2002. Sejak itulah dia semakin dalam menekuni karier sebagai pebulu tangkis profesional yang kian hari kian diakui dunia.

Tidak mudah bagi Butet merangkai kesuksesan demi kesuksesan. Sangat berat tantangan dan rintangan yang menghadang, tetapi sejarah membuktikan dia mampu menaklukkan. Butet pun menjelma sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia, bahkan dunia, dalam kurun waktu yang lama.

Seabrek prestasi disabet Butet, baik di ganda putri saat berpasangan dengan Vita Marissa maupun lebih mengilap lagi tatkala bermain di ganda campuran. Bersama Nova Widianto, misalnya, Butet menjadi juara dunia 2005 dan 2007 serta menyumbang medali perak di Olimpiade 2008 Beijing.

Lalu, dengan Tontowi Ahmad, dia juara dunia 2013 dan 2017 serta mendulang medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Belum lagi segudang gelar di arena SEA Games dan di turnamen-turnamen bergengsi lainnya.

Dengan kiprah yang begitu luar biasa, wajar jika Indonesia dan dunia merasa kehilangan Butet yang gantung raket. Namun, pensiun ialah keniscayaan bagi seorang atlet seiring dengan usia yang makin menua. Yang terpenting kini, narasi perjuangan Butet mesti dicatat dengan tinta tebal untuk kemudian dijadikan rujukan bagi kita dalam bersikap dan bertabiat.

Jelas, Butet ialah salah satu pebulu tangkis terhebat yang pernah dimiliki Indonesia. Jelas, Butet ialah pahlawan kekinian bagi bangsa ini. Juga jelas, Butet ialah sumber inspirasi bagi seluruh anak negeri soal bagaimana cara kita mencintai bangsa ini.

Di tengah parade keserakahan dan pameran nafsu kekuasaan yang tiada henti dipertontonkan para elite, Butet menjadi teladan nyata bagaimana kita seharusnya berjuang merenda prestasi untuk negara tercinta. Dengan prinsip bahwa kekalahan bukanlah hal yang memalukan, yang memalukan itu ialah menyerah, dia telah unjuk bukti sebagai petarung sejati. Dengan dedikasi dan totalitasnya, Butet menahbiskan diri sebagai oase di tanah gersang keteladanan.

Kita pun berharap akan lahir Butet-Butet baru. Tidak cuma di cabang bulu tangkis, tidak hanya di arena olahraga lainnya, para pahlawan seperti Butet harus bersemai dan berbiak di semua bidang.

Sudah terlalu lama kecemerlangan atlet badminton dan kunjungan kepala negara mendominasi peran sebagai pengumandang Indonesia Raya dan pengibar Merah Putih di forum dunia. Berbekal inspirasi dari Liliyana Natsir, kita ingin lebih banyak lagi anak bangsa yang total berjuang untuk membuat negara ini gemilang.

 



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.