Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Revolusi Energi

25/1/2019 05:00

ENERGI ialah bahan bakar pembangunan untuk pemerataan ekonomi. Sangat tepat apabila sektor tersebut mendapat perhatian besar dari pemerintah. Pembenahan tata kelola terus dilakukan demi mewujudkan energi berkeadilan untuk rakyat.

Komitmen menyediakan energi dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat pun tercetus. Salah satu wujudnya berupa kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Warga di daerah perbatasan hingga daerah terpencil bisa membeli BBM sama dengan harga di Pulau Jawa.

Kemajuan implementasi kebijakan itu harus diakui cukup pesat. Dalam tempo dua tahun program BBM satu harga berhasil menjangkau 131 titik. Warga di daerah-daerah tersebut sebelumnya harus membeli BBM dengan harga sampai lebih dari 10 kali lipat dari harga di Pulau Jawa.

Namun, energi berkeadilan bukan sekadar menyediakan energi dengan harga murah. Untuk bisa menyodorkan energi yang terjangkau bagi rakyat secara berkelanjutan, ketahanan energi menjadi syarat mutlak. Ketahanan memerlukan keajekan pasokan ataupun cadangan yang memadai.

Bicara soal BBM, tingkat ketahanan saat ini jauh dari ideal. Indonesia sudah lama hengkang dari jajaran negara pengekspor minyak. Jumlah minyak mentah yang diimpor selalu lebih besar daripada yang diekspor. Di sisi hasil minyak, utamanya BBM dan elpiji, jumlah yang diimpor berlipat-lipat kali ketimbang yang diekspor.

Bahkan, impor migas telah membentuk kanker defisit perdagangan yang cenderung terus membesar. Puncaknya, tahun lalu, defisit neraca perdagangan mencapai US$8,6 miliar. Angka itu tertinggi sejak 1975 kendati neraca nonmigas masih surplus.

Upaya memacu produksi minyak mentah dengan menggenjot kegiatan eksplorasi migas digalakkan. Proyek pembangunan kilang dimatangkan demi meningkatkan pasokan hasil minyak dari dalam negeri bersamaan dengan penyempurnaan peraturan terkait dengan migas. Harus jujur diakui bahwa defisit migas berkorelasi dengan investasi yang rendah di sektor tersebut dalam 15 tahun terakhir.

Penyempurnaan peraturan itu dilakukan dengan merevisi Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 yang sudah ada sejak delapan tahun terakhir. Revisi bertujuan memperkuat ketahanan dan kemandirian dengan meningkatkan produksi migas.

Akan tetapi, harus disadari, minyak dan gas merupakan energi yang bakal habis. Konversi ke energi yang lebih berdaya lanjut tidak bisa dielakkan. Kita tinggal memilih, berlambat-lambat melakukan konversi hingga pada satu waktu terpuruk oleh kelangkaan, sebelum akhirnya, mudah-mudahan, bisa bangkit kembali. Atau, memilih bergerak cepat melakukan revolusi pemanfaatan energi.

Energi masa depan ialah yang bisa dihasilkan berbagai sumber daya energi, baik fosil maupun terbarukan. Listrik merupakan bentuk yang paling mendekati. Proyek kelistrikan pasti dibangun di semua daerah karena target rasio elektrifikasi ditetapkan 100% penduduk. Jaringan transmisi listrik yang pasti ada dan menjangkau seluruh penduduk.

Tinggal bagaimana membangun pembangkit-pembangkit listrik yang memanfaatkan berbagai sumber daya energi. Produksi minyak dan gas tetap tidak akan sia-sia digenjot. Demikian pula batu bara dan biodiesel.

Tentu saja, revolusi pemanfaatan energi memerlukan tahapan-tahapan konversi yang tidak bisa langsung bertumpu pada tenaga listrik. Jaringan gas kota serta substitusi BBM dan elpiji bisa menjembatani sembari mematangkan infrastruktur kelistrikan.

Yang terpenting, pemerintah memiliki peta jalan mendetail tahapan revolusi energi, kemudian komitmen politik yang kuat untuk mewujudkan. Jika BBM satu harga dan rasio elektrifikasi 100% saja bisa terealisasi sesuai dengan jadwal, kita yakin revolusi energi pun tidak akan sulit dilakukan.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.