Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Selain dibutuhkannya tingkat suku bunga yang relatif rendah untuk perekonomian, juga belum ada sinyal kepastian The Fed terkait kebijakan tapering.
HARGA emas kembali turun pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (15/6), karena beberapa investor kawatir atas rencana kebijakan Federal Reserve (Fed) AS.
Tahun depan, BI juga mempersiapkan kemungkinan bahwa The Fed mulai mengubah kebijakan moneter, hingga mengurangi pembelian intervensi di likuiditasnya.
Kondisi ini disebabkan investor yakin bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Serta, adanya kekhawatiran terhadap lonjakan kasus covid-19.
Risalah The Fed dari pertemuan Maret gagal menawarkan katalis baru untuk menentukan arah pasar dan tetap berhati-hati tentang jalan menuju pemulihan dari covid-19.
Nilai tukar dolar AS naik tipis terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB)
Mayoritas negara berkembang mengalami tekanan di pasar keuangan, akibat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat dan The Fed.
Diketahui sebelumnya Senat AS menyetujui stimulus bantuan sebesar US$1,9 triliun untuk mengatasi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi
Investor melakukan wait and see untuk menanti komentar The Fed yang pekan lalu menyatakan tidak menaikkan suku bunga sebelum inflasi mencapai 2%.
Data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan ritel melonjak dengan rekor 17,7% pada Mei, melampaui kenaikan yang diperkirakan para analis sebesar delapan persen.
Data penjualan ritel mengikuti laporan awal bulan ini yang menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan 2,5 juta pekerjaan tak terduga pada Mei.
Kebijakan The Fed dini hari tadi yang mengeluarkan kebijakan stimulus baru untuk membantu perusahaan AS melewati pandemi menjadi sentimen negatif bagi dolar.
Ketiga indeks saham utama AS membalikkan kerugian dalam perdagangan sore, setelah keputusan Fed untuk menerapkan pendekatan indeks ke fasilitas kredit korporasi pasar sekundernya.
The Fed mengatakan akan mulai membeli obligasi korporasi pada Selasa melalui fasilitas kredit korporasi pasar sekunder (SMCCF).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$10,1 atau 0,58%, menjadi ditutup pada US$1.727,2 per ounce.
Hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan suku bunga acuan The Fed tetap pada level 0,25% dan mengindikasikan akan tetap pada level tersebut hingga hingga 2022.
Nasdaq, dibantu oleh keuntungan di Microsoft dan Apple, berhasil mempertahankan sebagian besar keuntungannya dan mencatat rekor penutupan tertinggi untuk sesi ketiga berturut-turut.
Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 0,00 hingga 0,25%, kata pernyataan itu.
Greenback jatuh ke palung tiga bulan terhadap euro, sterling dan franc Swiss setelah pernyataan Fed. Dolar merosot ke level terendah tiga minggu terhadap yen.
"(Emas) mencapai tertinggi harian setelah pernyataan FOMC, yang melukiskan gambaran yang cukup suram bagi ekonomi AS, meskipun tidak terduga."
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved