Selasa 16 Juni 2020, 08:24 WIB

Dolar Melemah, Setelah The Fed Umumkan Serap Obligasi Korporasi

Antara | Ekonomi
Dolar Melemah, Setelah The Fed Umumkan Serap Obligasi Korporasi

ANTARA
Dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah Federal Reserve mengumumkan akan membeli obligasi korporasi individu

 

DOLAR AS jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah Federal Reserve mengumumkan akan membeli obligasi korporasi individu di pasar sekunder, memicu langkah pengambilan risiko atau risk-on yang mengirim saham AS lebih tinggi dan aset safe haven seperti dolar AS lebih rendah.

The Fed mengatakan akan mulai membeli obligasi korporasi pada Selasa melalui fasilitas kredit korporasi pasar sekunder (SMCCF), salah satu dari beberapa fasilitas darurat yang baru-baru ini diluncurkan oleh bank sentral AS untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi virus korona.

Bank sentral akan menggunakan pendekatan indeks, saat melakukan pembelian, yang bertujuan untuk menciptakan portofolio yang didasarkan pada indeks pasar yang luas dan beragam dari obligasi korporasi Amerika Serikat.

Indeks dolar AS turun 0,47% dalam perdagangan sore di Amerika Utara menjadi 96,73. Terhadap euro, dolar melemah 0,52% menjadi 1,131 dolar dan terhadap pound, melemah 0,36% menjadi 1,259 dolar. Terhadap yen Jepang, safe-haven tradisional lainnya, dolar datar di 107,33 yen.

"Pergantian yang Anda lihat dengan dolar bertepatan dengan pengumuman The Fed tentang membuat indeks untuk membeli portofolio obligasi. Pasar menganggap itu sebagai sinyal risiko dan Anda melihat imbal hasil surat utang pemerintah naik di belakang itu. Dan itu bertepatan dengan sedikit langkah pengambilan risiko dalam mata uang juga. Jadi, dolar mengubah lintasan dari hari sebelumnya," kata Charles Tomes, manajer portofolio di Manulife Asset Management.

Baca juga: Awal Pekan, Emas Turun karena Aksi Ambil Untung

Dalam perdagangan semalam, aset-aset berisiko telah jatuh karena meningkatnya kekhawatiran gelombang kedua infeksi virus korona, yang telah mengangkat dolar. Setelah menghabiskan hari di wilayah negatif, indeks S&P 500 naik, terakhir menguat 0,26%.

Greenback naik secara signifikan pada Kamis (11/6) dan Jumat (12/6), karena para pedagang mencari tempat yang aman di tengah kekhawatiran atas kebangkitan kasus covid-19 di seluruh Amerika Serikat.

Tiongkok memperkenalkan kembali pembatasan di beberapa daerah setelah Beijing melaporkan kelompok infeksi baru terbesar sejak Februari. Di Amerika Serikat, lebih dari 25.000 kasus baru dilaporkan pada Sabtu (13/6) saja. (A-2)

Baca Juga

Ist/Sariraya

Kerja Sama RI-Jepang, Peluang UMKM Kembangkan Bisnis ke Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:34 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pelaku UMKM agar memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan...
DOK BRI

Rangkul Fans MLBB, BRI Rilis BRIZZI Edisi Spesial Mobile Legend

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:38 WIB
Saat ini BRIZZI telah menjadi salah satu alat pembayaran atau e-wallet bagi banyak...
Antara

Februari, Daging Sapi Impor Masuk Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:04 WIB
Kementan menyebutkan impor daging sapi bakalan akan datang pada Februari 2021. Upaya impor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya