Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) seiring dengan keputusan The Fed yang juga memilih untuk tidak mengubah suku bunga mereka.
"Melihat kondisi ekonomi global saat ini, BI tampaknya tidak akan mengubah suku bunga. Dengan inflasi yang masih terkendali dan kondisi pasar tenaga kerja nasional yang belum mendukung langkah besar, baik kenaikan maupun penurunan suku bunga akan berisiko," ujar Huda dalam wawancara Jumat (1/8).
Huda menambahkan bahwa jika BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan, itu dapat memicu gejolak ekonomi, sementara penurunan suku bunga berisiko melemahkan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, ia menilai keputusan paling rasional bagi BI adalah untuk mempertahankan suku bunga.
"Sebagaimana The Fed yang juga cenderung bertahan, BI diperkirakan akan mengambil langkah serupa. Terutama dengan tekanan politik yang sedang meningkat, seperti yang terlihat dalam desakan Presiden Trump kepada The Fed, kemungkinan penurunan suku bunga di kedua negara tersebut akan sangat terbatas hingga akhir tahun ini," pungkas Huda. (Z-10)
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan membuka ruang penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan. Hal ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya kredit.
DEWAN Gubernur Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada November 2025.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025, yang hasilnya diumumkan Rabu (19/11) siang ini.
Memasuki kuartal terakhir 2025, inflasi Indonesia terus meningkat, tekanan eksternal yang kembali muncul, serta kehati-hatian investor yang semakin tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved