Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral AS (The Fed) dalam menangani pandemi covid-19 dan memulihkan ekonomi berdampak pada pasar keuangan global. Tak terkecuali Indonesia, yang pada Februari 2021 mengalami aliran modal keluar (capital outflow) akibat dinamika tersebut.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang kebijakan yang dibuat Negeri Paman Sam membuat pasar keuangan Indonesia turut tertekan. "Ini karena policy yang diambil oleh pemerintah AS dan kemudian komunikasi policy dari The Fed. Di Indonesia terlihat dari sisi capital outflow pada Februari," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/3).
Mayoritas negara berkembang mengalami tekanan di pasar keuangan, akibat kebijakan dan komunikasi yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Sentral di AS. Hal itu tecermin dari depresiasi sejumlah mata uang negara berkembang.
Baca juga: Fitch Pertahankan Peringkat RI, Ini Kata Sri Mulyani
Indonesia misalnya, nilai tukar rupiah mengalami sedikit pelemahan menjadi Rp14.130 per dolar AS pada 17 Maret 2021. Padahal, di awal Maret 2021, rupiah tampak perkasa dengan capaian Rp14.000 per dolar AS.
"Terjadi tren depresiasi pada rupiah seiring dengan tekanan di capital market secara global. Ini akibat AS melakukan ekspansi fiskal yang luar biasa. Di sisi lain, The Fed meski tetap firm mengatakan suku bunga akan tetap dijaga, namun reaksi dari market tidak selalu mudah untuk mempercayainya," papar Ani.
"Kita lihat, volatilitas Februari-Maret yang berasal dari komunikasi dan policy dari AS. Pertama, adanya fiskal defisit dengan tambahan US$1,9 triliun, itu menyebabkan defisit AS mencapai 13,7% dari GDP. Sebelumnya di 2020, AS melakukan countercyclical dengan 15,6% dari GDP defisitnya. AS jelas akan memengaruhi sebagai ekonomi terbesar di dunia," imbuh Bendahara Negara.
Baca juga: UEA Komitmen Berinvestasi Rp144 Triliun ke LPI Indonesia
Kondisi itu turut diikuti dengan spekulasi mengenai tekanan inflasi. Serta, menyebabkan imbal hasil dari 10 years United States Treassury (UST) yang mengalami kenaikan. Investor global melihat indikator ekspektasi inflasi yang diperkirakan naik tersebut. Alhasil, berdampak pada obligasi pemerintah Indonesia dan negara berkembang lain.
"Semua negara yield-nya mengalami kenaikan. Brasil bahkan mulai Januari hingga 19 Maret, kenaikan yield mencapai 29%. Filipina bahkan melonjak 48% dari 1,53% ke 2,27%, Rusia melonjak 29%. Indonesia juga mengalami kenaikan. Namun kalau dilihat, kenaikan 11% itu relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan dari bonds negara-negara emerging," tukasnya.(OL-11)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved