Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR membukukan keuntungan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menyusul rekor kenaikan penjualan ritel AS pada Mei setelah penurunan dua bulan berturut-turut, memperkuat kepercayaan yang berkembang bahwa yang terburuk mungkin akan berakhir untuk ekonomi terbesar di dunia itu.
Data penjualan ritel mengikuti laporan awal bulan ini yang menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan 2,5 juta pekerjaan tak terduga pada Mei.
Namun, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menghapus beberapa harapan cerah pada Selasa (16/6), ketika ia melukiskan gambaran yang agak suram dari ekonomi AS setelah pandemi virus korona. Itu tidak menghentikan dolar dari reli, karena komentarnya mendukung daya tarik mata uang safe-haven.
Dalam dua hari pertama audiensi dengan anggota parlemen AS, Powell mengatakan ada ketidakpastian signifikan tentang waktu dan kekuatan pemulihan AS.
"Powell terdengar sangat negatif di sini. Saya pikir dia realistis," kata Juan Perez, pedagang mata uang di Tempus Inc di Washington.
"Dolar AS memperoleh sedikit kenaikan hanya karena ketidakpastian yang disebutkan Powell. Sepertinya para pejabat moneter sedang bersiap untuk resesi yang lebih lama bagi ekonomi AS."
Kesaksiannya datang sehari setelah The Fed mengatakan akan mulai membeli utang perusahaan pada Selasa (16/6) sebagai bagian dari skema stimulus yang sudah diumumkan, dan meluncurkan "Main Street Lending Program" untuk bisnis.
Baca juga: Emas Melonjak US$9,3 Dipicu Kekhawatiran Gelombang Kedua Covid-19
Dalam perdagangan sore, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,5% menjadi 97,019, dengan euro turun 0,5% menjadi 1,1262 dolar.
Greenback, sementara itu, sedikit berubah terhadap yen di 107,29 yen, memangkas kenaikan awal.
Data Selasa (16/8) menunjukkan penjualan ritel AS melonjak 17,7% pada bulan lalu, kenaikan terbesar sejak pemerintah mulai melacak data angka tersebut pada 1992.
Data untuk April yang direvisi untuk menunjukkan rekor penurunan penjualan sebesar 14,7% daripada yang dilaporkan sebelumnya 16,4%. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel akan naik 8,0% pada Mei.
"Penguncian berakhir dan titik awal 33% untuk tingkat tabungan pribadi memang memberikan bubuk kering yang layak untuk pengeluaran baru," kata David Rosenberg, kepala ekonom dan ahli strategi di Rosenberg Research dalam sebuah catatan penelitian.
Dia menambahkan bahwa dengan serentetan data AS yang solid baru-baru ini, produk domestik bruto riil ekonomi AS akan melihat kontraksi yang "sedikit kurang negatif."
"Saya pikir kuncinya adalah keberlanjutan dan apakah akan ada tindak lanjut ke kuartal keempat. Jadi, itu semua tergantung pada apa yang terjadi pada ekonomi," kata Rosenberg.
Sebelumnya di sesi itu, sentimen investor membaik setelah laporan berita mengatakan bahwa Pemerintah Trump menyiapkan hingga satu triliun dolar dalam pengeluaran infrastruktur yang berfokus pada proyek transportasi sebagai bagian dari dorongan untuk memacu perekonomian AS kembali hidup. (A-2)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved