Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Mengapa Harga Emas Hari Ini dan Beberapa Waktu Terakhir Naik?

Media Indonesia
29/1/2026 17:31
Mengapa Harga Emas Hari Ini dan Beberapa Waktu Terakhir Naik?
Ilustrasi.(Antara Foto)

HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.

Harga emas hari ini naik 2,1% menjadi $5.511,79 atau sekitar Rp92.300.000 per 100 gram, setelah mencapai rekor $5.591,61 atau sekitar Rp93.700.000 sebelumnya pada hari yang sama. Harga emas hari ini melampaui angka $5.000 (sekitar Rp92 juta) untuk pertama kalinya pada Senin dan telah naik lebih dari 10% sejauh ini pada minggu ini. Demikian dilansir dari Mint.

Harga perak spot naik 1,3% menjadi $118,061 sekitar Rp1.900.000 per 100gram setelah mencapai rekor tertinggi $119,34 atau Rp1.995.000 sebelumnya. Harga perak didorong oleh permintaan dari investor yang mencari alternatif yang lebih murah daripada emas, serta kelangkaan pasokan dan pembelian momentum.

Terkait harga emas hari ini yang naik, sebenarnya emas telah naik lebih dari 27% tahun ini setelah melonjak 64% pada 2025, sementara harga perak telah melonjak lebih dari 60% sejauh ini tahun ini. Kenaikan harga logam mulia didorong oleh permintaan safe-haven yang kuat, pembelian bank sentral yang solid, dan dolar AS yang melemah.

Harga emas hari ini dan perak dilaporkan melonjak tajam, Kamis (29/1) memperpanjang reli kuatnya di pasar domestik dan internasional, didukung oleh permintaan safe-haven, ketidakpastian global, dan minat investor yang kuat.

Di pasar internasional, harga emas hari ini spot terus menguat dan mencapai rekor tertinggi, didukung oleh pembelian emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Harga emas spot naik 2,7 persen menjadi $5.542,29 per ons pada pukul 0149 GMT, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi $5.591,61 pada awal hari. Harga emas melampaui level $5.000 untuk pertama kalinya pada Senin dan telah naik lebih dari 10 persen sejauh ini pada pekan ini.

Emas telah naik lebih dari 27 persen sejauh ini pada tahun ini, setelah rally kuat sekitar 64 persen pada 2025. Peserta pasar mengaitkan kenaikan tajam harga emas hari ini merupakan multifaktor, termasuk ketegangan geopolitik yang meningkat, pembelian terus-menerus oleh bank sentral, permintaan investasi yang kuat, dan dolar AS yang melemah.

Mengapa Harga Emas Naik termasuk Perak?

Sejumlah faktor yang menyebabkan harga emas hari ini dan beberapa waktu terakhir naik. Dari sisi kebijakan, Bank Sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan pada level yang sama pada Rabu, sesuai dengan ekspektasi pasar. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan inflasi pada Desember kemungkinan masih jauh di atas target 2 persen bank sentral, menunjukkan bahwa kebijakan pengetatan mungkin tetap ketat. Ketidakpastian suku bunga yang tinggi telah mendukung permintaan emas karena investor mencari perlindungan terhadap inflasi dan volatilitas pasar.

Dukungan tambahan bagi harga emas datang dari laporan bahwa kelompok kripto Tether berencana mengalokasikan 10–15 persen portofolio investasinya ke emas fisik. Langkah ini dianggap menambah permintaan institusional terhadap harga logam mulia atau harga emas hari ini.

Sementara itu, permintaan fisik  terhadap emas tetap kuat di beberapa wilayah Asia. Dengan harga emas hari ini di level rekor, pelanggan terlihat berbondong-bondong ke toko perhiasan dan emas batangan. Perak juga diperdagangkan lebih tinggi, naik 1,1 persen menjadi $117,87 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi $119,34 sebelumnya dalam sesi tersebut. Harga perak didukung oleh permintaan investor akan alternatif yang relatif lebih murah daripada emas, serta kendala pasokan dan pembelian momentum. Logam ini telah naik lebih dari 60 persen sejauh tahun ini. Di logam mulia lainnya, harga platinum spot naik 1 persen menjadi $2.723,40 per ons setelah mencapai rekor tertinggi $2.918,80 sebelumnya dalam sesi tersebut. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya