Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERAL Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat. Namun, rapat kali ini bukan sekadar soal arah moneter, melainkan juga menjadi panggung ujian independensi bank sentral di tengah tekanan politik yang semakin terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pasar nyaris sepakat bahwa tidak akan ada perubahan suku bunga dalam pertemuan ini. Berdasarkan pergerakan kontrak berjangka dan sinyal dari para pejabat The Fed, peluang penyesuaian suku bunga mendekati nol. Setelah serangkaian pemangkasan pada tahun lalu, bank sentral AS kini diperkirakan memilih strategi “bertahan sambil mengamati” dampak kebijakan sebelumnya terhadap ekonomi.
“Fed pada dasarnya hanya ingin menahan suku bunga di level saat ini. Mereka merasa masih punya ruang untuk menunggu dan melihat,” ujar mantan Wakil Ketua The Fed, Roger Ferguson, dilansir dari CNBC Internasional, Rabu (28/1)
Menurutnya, pertemuan kali ini lebih menekankan sikap hati-hati dibanding langkah agresif. Investor pun akan mencermati apakah ada sinyal kecil mengenai langkah selanjutnya dalam pernyataan resmi FOMC maupun konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell.
Pasar memperkirakan The Fed masih mungkin memangkas suku bunga satu hingga dua kali sepanjang tahun ini, dengan peluang terbesar pada Juni dan Desember, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Sorotan tajam terhadap rapat ini tidak hanya datang dari pelaku pasar, tetapi juga dari Gedung Putih. Trump kembali meningkatkan tekanan dengan menyebut bahwa ia telah mempersempit kandidat pengganti Powell menjadi satu nama, dan pengumuman bisa dilakukan dalam waktu dekat, berpotensi bertepatan dengan keputusan suku bunga.
“Jika ada satu momen paling strategis, itu adalah selama rapat FOMC Januari, terutama jika Trump ingin mengalihkan perhatian dari keputusan Fed yang tidak memangkas suku bunga,” tulis Kepala Ekonom Wolfe Research, Stephanie Roth.
Situasi semakin rumit setelah Powell turut menghadapi penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait proyek renovasi besar kantor pusat The Fed di Washington. Dalam pernyataan yang jarang dilontarkan, Powell menyebut penyelidikan tersebut sebagai “dalih” yang digunakan untuk menekan bank sentral agar memangkas suku bunga lebih cepat.
Tekanan politik juga merembet ke internal bank sentral, dengan munculnya upaya menggoyang posisi Gubernur Fed Lisa Cook atas tuduhan penipuan hipotek. Selain itu, masa jabatan Stephen Miran, pejabat Fed yang dikenal vokal menentang pemangkasan suku bunga seperempat poin tahun lalu, juga berakhir, menambah dinamika baru di tubuh lembaga tersebut.
Para ekonom menilai bahwa meskipun tekanan dari Trump menguat, data ekonomi belum memberikan alasan kuat bagi The Fed untuk terburu-buru memangkas suku bunga.
“Meskipun Fed menghadapi tekanan politik untuk memangkas suku bunga, mereka tidak sedang ditekan oleh data ekonomi,” tulis Kepala Ekonom EY-Parthenon, Gregory Daco.
Ia memperkirakan Powell akan menghindari komentar langsung terkait penyelidikan maupun proses hukum yang berjalan, demi menjaga fokus pada mandat ekonomi.
Jika tidak ada kejutan politik baru, pasar akan kembali mengunci perhatian pada nada kebijakan The Fed: apakah bersifat hawkish, yang menandakan jeda panjang tanpa pemangkasan, atau dovish, yang membuka pintu pelonggaran lanjutan.
Kepala Ekonom Morgan Stanley, Michael Gapen, menilai The Fed masih condong ke arah dovish.
“Kami tidak percaya komite siap memberi sinyal bahwa siklus pemangkasan suku bunga sudah selesai,” tulisnya.
Gapen menambahkan bahwa stabilnya pasar tenaga kerja serta meredanya tekanan inflasi memberi ruang bagi The Fed untuk tetap menjaga bias pelonggaran ke depan, meskipun tekanan politik semakin intens. (CNBC/Z-10)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Donald Trump terlibat dalam perundingan AS-Iran di Jenewa. Di tengah ancaman militer dan kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln, akankah kesepakatan tercapai?
Presiden Donald Trump melabeli Kuba sebagai 'negara gagal' di tengah krisis energi. Namun, ia membantah rencana penggulingan rezim seperti di Venezuela.
Hillary Clinton menuntut transparansi penuh atas file Jeffrey Epstein dan siap bersaksi di depan Kongres.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Trump kerahkan kapal induk dan jet tempur ke Timur Tengah jelang perundingan nuklir Jenewa. Simak analisis lengkapnya.
Departemen Kehakiman AS menyerahkan daftar 300 lebih tokoh yang muncul dalam dokumen Jeffrey Epstein ke Kongres.
Presiden AS Donald Trump siap dukung serangan Israel ke Iran. Kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan saat perundingan nuklir di Jenewa memanas. Cek faktanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved