Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Ekonom HSBC Prediksi BI Terus Longgarkan Suku Bunga di 2026

Ihfa Firdausya
12/1/2026 14:20
Ekonom HSBC Prediksi BI Terus Longgarkan Suku Bunga di 2026
rus melonggarkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari.(Dok. MI)

HSBC Global Research memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan terus melonggarkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.

Namun, kata dia, Bank Indonesia tidak ingin memangkas suku bunga ketika nilai tukar menunjukkan tekanan depresiasi. Karena itu, menurutnya, pemangkasan suku bunga pada 2026 akan bersifat oportunistik.

“Bank Indonesia akan mencari peluang ketika dolar terlihat agak lemah dan ada ruang untuk memangkas suku bunga. Menurut saya, dalam periode 12 bulan, kita masih bisa melihat tiga kali lagi pemangkasan suku bunga pada 2026,” ujar Pranjul dalam Online Media Briefing HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1).

Ia juga berpandangan bahwa kebijakan fiskal dan moneter Indonesia akan terus bersifat stimulatif dan akomodatif untuk pertumbuhan sepanjang 2026.

Mengenai kebijakan fiskal, Pranjul menyoroti defisit fiskal sekitar 2,9% dari PDB. Menurutnya, defisit tersebut seharusnya tidak setinggi itu, melainkan sekitar 2,5% atau 2,6%.

Menurutnya, alasan mengapa angka tersebut jauh lebih tinggi adalah karena pertumbuhan pendapatan lemah. Salah satu alasan pertumbuhan pendapatan lemah adalah karena pertumbuhan PDB nominal juga lemah.

Namun, pihaknya berpandangan pertumbuhan PDB nominal pada 2026 dapat meningkat. Hal itu berarti pendapatan pajak juga dapat meningkat.

“Sehingga pemerintah mungkin memiliki lebih banyak sumber daya untuk digunakan dan membelanjakan sedikit lebih banyak tanpa meningkatkan defisit fiskal seperti yang terjadi tahun ini. Jadi, saya pikir hal itu akan memungkinkan pemerintah untuk terus berbelanja dan itu akan baik untuk pertumbuhan,” katanya.

Pranjul pun memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia pada 2026 akan sekitar 5,2% yang secara umum sejalan dengan perkiraan pemerintah saat ini. Pihaknya melihat keseluruhan pertumbuhan domestik kemungkinan akan meningkat cukup pesat.

“Kita akan melihat lebih banyak transmisi penurunan suku bunga, beberapa skema kesejahteraan sosial benar-benar matang dan menjadi lebih efektif. Menurut saya, permintaan domestik mungkin dapat mengimbangi penurunan yang kita lihat dalam permintaan eksternal, setidaknya untuk Indonesia pada 2026,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya