Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HSBC Global Research memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan terus melonggarkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Namun, kata dia, Bank Indonesia tidak ingin memangkas suku bunga ketika nilai tukar menunjukkan tekanan depresiasi. Karena itu, menurutnya, pemangkasan suku bunga pada 2026 akan bersifat oportunistik.
“Bank Indonesia akan mencari peluang ketika dolar terlihat agak lemah dan ada ruang untuk memangkas suku bunga. Menurut saya, dalam periode 12 bulan, kita masih bisa melihat tiga kali lagi pemangkasan suku bunga pada 2026,” ujar Pranjul dalam Online Media Briefing HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1).
Ia juga berpandangan bahwa kebijakan fiskal dan moneter Indonesia akan terus bersifat stimulatif dan akomodatif untuk pertumbuhan sepanjang 2026.
Mengenai kebijakan fiskal, Pranjul menyoroti defisit fiskal sekitar 2,9% dari PDB. Menurutnya, defisit tersebut seharusnya tidak setinggi itu, melainkan sekitar 2,5% atau 2,6%.
Menurutnya, alasan mengapa angka tersebut jauh lebih tinggi adalah karena pertumbuhan pendapatan lemah. Salah satu alasan pertumbuhan pendapatan lemah adalah karena pertumbuhan PDB nominal juga lemah.
Namun, pihaknya berpandangan pertumbuhan PDB nominal pada 2026 dapat meningkat. Hal itu berarti pendapatan pajak juga dapat meningkat.
“Sehingga pemerintah mungkin memiliki lebih banyak sumber daya untuk digunakan dan membelanjakan sedikit lebih banyak tanpa meningkatkan defisit fiskal seperti yang terjadi tahun ini. Jadi, saya pikir hal itu akan memungkinkan pemerintah untuk terus berbelanja dan itu akan baik untuk pertumbuhan,” katanya.
Pranjul pun memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia pada 2026 akan sekitar 5,2% yang secara umum sejalan dengan perkiraan pemerintah saat ini. Pihaknya melihat keseluruhan pertumbuhan domestik kemungkinan akan meningkat cukup pesat.
“Kita akan melihat lebih banyak transmisi penurunan suku bunga, beberapa skema kesejahteraan sosial benar-benar matang dan menjadi lebih efektif. Menurut saya, permintaan domestik mungkin dapat mengimbangi penurunan yang kita lihat dalam permintaan eksternal, setidaknya untuk Indonesia pada 2026,” pungkasnya. (H-3)
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
SUVEI Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Februari 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah isu naiknya harga minyak dunia.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Bank Indonesia peringatkan risiko tukar uang di jalanan. Melalui program SERAMBI 2026, BI siapkan Rp185,6 triliun uang layak edar. Simak cara tukar resmi via aplikasi PINTAR
Serangan Militer AS-Israel ke Iran, DPR Dorong Pemerintah Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi dan Stabilitas Moneter
Dunia disebut sedang memasuki periode perubahan besar yang membawa konsekuensi sosial, ekonomi, hingga ancaman terhadap ketahanan negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Menkeu Purbaya targetkan tax ratio 11–12% pada 2026, optimistis penerimaan pajak membaik seiring pemulihan ekonomi dan perkuat pertumbuhan DJP.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
WAKIL Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter usai resmi dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved