Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Trump Dukung Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell, Abaikan Ancaman Senat

Thalatie K Yani
11/2/2026 06:42
Trump Dukung Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell, Abaikan Ancaman Senat
Jerome Powell(Media Sosial X)

PRESIDEN Donald Trump kembali memberikan sinyal kuat untuk mendukung penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Trump menegaskan perlunya investigasi terkait proyek renovasi di markas besar bank sentral tersebut, meski langkah ini berisiko menghambat proses konfirmasi calon pengganti Powell.

Dalam wawancara dengan Fox Business yang ditayangkan Selasa waktu setempat, Trump menyatakan ada ketidakberesan dalam proyek renovasi yang diawasi Powell. Ia menekankan pemerintah tidak boleh membiarkan hal tersebut berlarut-larut.

“Sesuatu ada yang salah, dan kita juga tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,” ujar Trump merujuk pada proyek renovasi markas besar Fed.

Ketegangan Suku Bunga dan Dukungan untuk Jeanine Pirro 

Presiden Trump juga memberikan pujian kepada Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, yang memprakarsai penyelidikan terhadap Powell dan proyek tersebut. Selama berbulan-bulan, Trump telah mengkritik besarnya biaya renovasi gedung Fed, sembari berulang kali mengecam Powell karena keengganannya untuk menurunkan suku bunga secara lebih cepat.

Menurut Trump, solusi bagi ketegangan ini sebenarnya sederhana dan berkaitan langsung dengan kebijakan moneter.

“Yang perlu dia lakukan hanyalah menurunkan suku bunga. Suku bunga seharusnya lebih rendah,” tegas Trump.

Abaikan Ancaman Senat 

Langkah penyelidikan ini memicu reaksi keras di tingkat legislatif. Senator Partai Republik asal Carolina Utara, Thom Tillis, mengancam akan menunda proses nominasi Kevin Warsh, pilihan Trump untuk menggantikan Powell, hingga Jeanine Pirro menghentikan investigasinya.

Namun, Presiden Trump tampak tidak gentar menghadapi gertakan dari rekan separtainya tersebut. Ia justru meremehkan ancaman Tillis dengan menyebutkan bahwa perselisihan di antara mereka bukanlah hal baru.

“Saya sudah lama melawan Tillis. Jadi, mari kita lihat saja. Jika itu terjadi, maka terjadilah,” kata Trump menanggapi potensi hambatan konfirmasi di Senat.

Hingga saat ini, posisi bank sentral AS berada di tengah pusaran ketegangan antara tuntutan penurunan suku bunga, pengawasan ketat terhadap anggaran internal, dan dinamika politik di Capitol Hill. Trump tetap pada posisinya bahwa transparansi atas proyek fisik Fed sama pentingnya dengan arah kebijakan ekonomi nasional. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya