Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada paruh pertama perdagangan Selasa (13/1/2026) terjebak dalam zona fluktuatif yang cukup tajam. Sempat dibuka perkasa di zona hijau, indeks domestik justru kehilangan tenaga dan menutup perdagangan Sesi I dengan posisi stagnan cenderung melemah tipis.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengawali pagi dengan optimisme tinggi, melonjak 46,52 poin atau 0,52% ke level 8.931,24. Namun, memasuki tengah hari, tekanan jual mulai terasa masif. IHSG menyudahi paruh pertama perdagangan di level 8.884,62, terkoreksi tipis 0,102 poin (0,00%).
Nilai transaksi pada Sesi I terpantau sangat likuid, mencapai Rp19,31 triliun dengan volume perdagangan 39,44 miliar saham. Tercatat 359 saham menguat, namun 313 saham lainnya melemah, mencerminkan sikap wait and see investor di tengah gempuran sentimen global.
Salah satu pemberat utama IHSG adalah posisi nilai tukar Rupiah yang kian tertekan terhadap Dolar AS. Di pasar spot, mata uang Garuda melemah 0,11% ke posisi Rp16.873 per USD. Pelemahan ini menjadi sentimen negatif bagi emiten sektor konsumsi dan perbankan yang memiliki eksposur tinggi terhadap biaya impor dan risiko suku bunga.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai pergerakan IHSG hari ini memang sangat dipengaruhi oleh dinamika kurs. "Pelemahan Rupiah berdampak langsung pada biaya operasional sektor konsumsi dan margin perbankan, sehingga investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) di sektor-sektor tersebut," ungkapnya.
Berbanding terbalik dengan bursa saham yang volatil, aset lindung nilai (safe haven) justru bersinar. Harga emas Antam hari ini melonjak Rp21.000 menjadi Rp2.652.000 per gram, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH). Di pasar global, emas sempat menyentuh USD 4.630 per troy ons sebelum mengalami koreksi terbatas secara intraday.
Kenaikan harga komoditas ini memberikan napas bagi sektor material dasar di bursa domestik, yang menjadi salah satu penopang indeks agar tidak merosot lebih dalam di tengah aksi jual saham-saham energi.
Dari mancanegara, perhatian dunia tertuju pada investigasi kriminal yang dibuka oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell. Penyelidikan ini terkait dengan renovasi gedung pusat The Fed serta dugaan ketidakakuratan kesaksian di hadapan Kongres. Isu ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai independensi bank sentral AS.
Selain itu, ketegangan geopolitik antara Iran-Venezuela dengan AS masih menjadi faktor pemberat. Rencana AS untuk mengenakan tarif 25% bagi negara yang masih bermitra dengan Iran menambah ketidakpastian arus perdagangan global, yang membuat investor lebih berhati-hati menanti rilis data inflasi AS malam nanti.
| Indikator Utama | Posisi / Nilai | Perubahan / Status |
|---|---|---|
| IHSG Sesi I (Closing) | 8.884,62 | -0,00% (Stagnan) |
| Indeks LQ45 | 873,75 | +0,83% |
| Kurs Rupiah (Spot) | Rp16.873 / USD | -0,11% (Melemah) |
| Emas Antam (1gr) | Rp2.652.000 | +Rp21.000 (ATH) |
| Total Transaksi | Rp19,31 Triliun | Sangat Ramai |
Menjelang pembukaan Sesi II, IHSG diprediksi masih akan bergerak variatif dalam rentang 8.850 hingga 8.950. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi dan mencermati saham-saham berbasis komoditas sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian global. (Ant/Z-10)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved