Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif. Pada penutupan sesi Selasa sore (30/12), IHSG berhasil bertahan di zona hijau.
IHSG tercatat menguat tipis sebesar 2,68 poin atau naik 0,03% dan berhenti di level 8.646,94. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru bergerak melemah 5,47 poin atau turun 0,64% ke posisi 846,57.
Analis Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menjelaskan bahwa penguatan IHSG di penghujung tahun didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga, baik di tingkat global maupun domestik. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat risiko investor untuk kembali melirik pasar negara berkembang.
“Sentimen pemangkasan suku bunga membuat investor mulai masuk ke emerging market, termasuk Indonesia,” ujar Reydi saat dilansir dari Antara, Selasa (30/12).
Ia menambahkan, performa emiten yang relatif stabil, terutama saham berkapitalisasi besar, turut menjadi penopang pergerakan IHSG. Selain itu, aktivitas window dressing pada akhir tahun juga ikut mendongkrak volume transaksi.
Memasuki tahun 2026, Reydi menilai investor akan mencermati sejumlah faktor utama, antara lain arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik global, serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional. Arus dana asing dan kinerja saham-saham big cap juga diprediksi menjadi penentu arah pergerakan IHSG ke depan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Namun, indeks berbalik menguat pada sesi kedua dan berhasil menutup perdagangan di wilayah positif.
Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 2,30%, disusul sektor barang konsumen non primer sebesar 2,12%, serta sektor industri yang naik 0,71%.
Di sisi lain, empat sektor mengalami tekanan, dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,81%. Penurunan juga terjadi pada sektor barang baku dan teknologi yang masing-masing melemah 0,84% dan 0,47%.
Untuk saham individual, penguatan terbesar dialami oleh PPRE, RMKO, ADMG, RMKE, dan NTBK. Sementara itu, saham yang mencatat pelemahan paling signifikan antara lain UNIQ, OPMS, LRNA, BACA, dan ADRO.
Aktivitas perdagangan mencatatkan total 2.607.631 transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 39,54 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp20,61 triliun. Sebanyak 346 saham ditutup menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung bervariasi. Indeks Nikkei Jepang turun 170 poin atau 0,34% ke level 50.356,89. Indeks Shanghai terkoreksi tipis 0,15 poin ke 3.969,12. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 219,36 poin atau 0,86% ke posisi 25.854,76, dan Indeks Straits Times Singapura menguat 21,73 poin atau 0,47% ke level 4.655,37.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Peningkatan batas minimal free float saham menjadi 15% serta rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bagian dari agenda reformasi pasar modal nasional.
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Purbaya optimistis tekanan pasar tidak akan berlangsung lama. Ia menyinggung proses seleksi ketua OJK yang sudah mulai berjalan sebagai sinyal kepastian yang ditunggu pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved