Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mempercepat implementasi berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
Akselerasi ini merupakan tindak lanjut dari dialog konstruktif dengan MSCI Inc. (MSCI). Melalui komunikasi intensif tersebut, masukan global diterjemahkan menjadi program kerja konkret dengan target waktu yang jelas.
Salah satu fokus utamanya adalah penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A terkait pencatatan saham, yang direncanakan mulai efektif berlaku pada Maret 2026.
Dalam usulan perubahan aturan tersebut, BEI akan meningkatkan ambang batas minimum saham publik (free float) perusahaan tercatat dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%.
Proses penyesuaian ini sedang berada dalam tahap pengumpulan masukan dari pemangku kepentingan hingga 19 Februari 2026.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan bahwa transisi ini akan dilakukan secara bertahap.
“Kami memahami setiap perusahaan memiliki karakteristik berbeda. Karena itu BEI menyiapkan fase transisi, pemantauan, dan pendampingan agar implementasi berjalan terukur sekaligus tetap menjaga stabilitas perdagangan,” ujar Jeffrey.
Selain aspek kepemilikan publik, transparansi data juga diperluas. Jika sebelumnya publikasi data kepemilikan saham hanya difokuskan pada porsi di atas 5%, ke depan BEI mewajibkan pengungkapan kepemilikan di atas 1% secara bulanan.
Langkah ini diharapkan memberikan gambaran struktur pemegang saham yang lebih komprehensif bagi investor dalam mengambil keputusan.
Menurut Jeffrey, kualitas data adalah elemen kunci dalam membangun kepercayaan.
“Investor membutuhkan informasi yang jelas, konsisten, dan mudah diakses. Dengan transparansi yang semakin baik, kita memperkuat fairness sekaligus reputasi pasar modal Indonesia,” tuturnya.
Dari sisi infrastruktur, KSEI melakukan penyempurnaan klasifikasi investor pada sistem Single Investor Identification (SID).
KSEI akan menambahkan 28 klasifikasi investor baru sebagai subkategori pada jenis investor Corporate (CP) dan Others (OT) guna meningkatkan granularitas data.
Reformasi ini juga menyentuh aspek tata kelola (Good Corporate Governance). BEI akan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, dewan komisaris, dan komite audit.
Persyaratan keuangan dan operasional bagi calon perusahaan tercatat pun akan ditingkatkan untuk menjamin kualitas emiten di masa depan.
Seluruh inisiatif ini disusun secara partisipatif melalui dialog dengan asosiasi dan pelaku pasar. Untuk memfasilitasi kebutuhan emiten, BEI juga menyediakan layanan hot desk sebagai pusat konsultasi cepat guna memastikan reformasi ini berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata bagi daya saing pasar modal Indonesia di panggung global. (Z-1)
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan proses rebalancing indeks saham indonesia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mendetailkan data investor yang tercatat baik di BEI maupun di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved