Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

8 Rencana BEI Menyempurnakan Data Investor dan Free Float Imbas Pembekuan Rebalancing MSCI

 Gana Buana
28/1/2026 19:11
8 Rencana BEI Menyempurnakan Data Investor dan Free Float Imbas Pembekuan Rebalancing MSCI
Rencana BEI Menyempurnakan Data Investor dan Free Float imbas aturan MSCI.(Dok. MI/AI)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mendetailkan data investor yang tercatat baik di BEI maupun di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Langkah ini dilakukan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan proses rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia.

Berikut poin-poin penting terkait rencana BEI tersebut:

1. BEI dan KSEI Akan Memperluas Klasifikasi Investor

Selama ini, KSEI membagi data investor ke dalam sembilan jenis, seperti manajer investasi, perusahaan, dan kategori lainnya. Selain itu, data juga sudah dibedakan berdasarkan asal investor, yaitu domestik dan asing.

Ke depan, BEI berharap klasifikasi tersebut bisa dibuat lebih rinci dengan menambah jenis investor baru di bawah kategori yang sudah ada.

2. KSEI Sedang Merumuskan Penggolongan Investor yang Lebih Detail

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa pihaknya bersama KSEI sedang mengupayakan perumusan penggolongan investor yang lebih spesifik.

Dengan demikian, data pemegang saham emiten Indonesia dapat lebih transparan dan sesuai kebutuhan lembaga indeks global.

3. BEI Berdiskusi dengan Lembaga Indeks Internasional

Selain MSCI, BEI juga telah berdiskusi dengan lembaga indeks internasional lain seperti Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Diskusi ini bertujuan untuk mencari cara terbaik dalam mendetailkan data pemegang saham suatu emiten di Indonesia.

4. Target Informasi Investor Dipublikasikan sebelum Mei 2026

BEI menargetkan informasi investor yang lebih detail tersebut dapat dipublikasikan kepada publik sebelum Mei 2026. Informasi ini nantinya akan disalurkan melalui KSEI dan Bursa.

5. BEI Sudah Berdiskusi dengan MSCI sejak Desember 2025

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa BEI sebenarnya sudah melakukan diskusi dengan MSCI sejak Desember 2025. Namun, BEI tidak mendapatkan informasi spesifik terkait data investor apa yang sebenarnya diminta oleh MSCI.

6. Data Free Float Sudah Diupayakan, tapi Belum Sesuai Metodologi MSCI

BEI juga telah mencoba menyediakan data free float emiten Indonesia sejak Desember 2025. Akan tetapi, karena permintaan MSCI dianggap kurang jelas, data yang disiapkan belum memenuhi metodologi yang diterapkan oleh MSCI.

7. BEI Akan Menyempurnakan Data Sesuai Ketentuan Hukum Indonesia

Meski menghadapi kendala metodologi, BEI memastikan akan tetap menyempurnakan data free float sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

BEI juga akan mencari praktik terbaik dari negara-negara regional lain untuk menyesuaikan standar yang diminta MSCI.

8. BEI Mendukung Proses Penyesuaian dengan Menghargai Tata Cara MSCI

Iman Rachman menegaskan bahwa BEI menghargai metodologi MSCI dan akan mendukung proses penyesuaian agar Indonesia tetap dapat memenuhi standar indeks global



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya