Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Positif, DBS Sebut Kapitalisasi Pasar Indonesia Tergolong Baik

Naufal Zuhdi
04/2/2026 17:40
Ekonomi Indonesia Dinilai Cukup Positif, DBS Sebut Kapitalisasi Pasar Indonesia Tergolong Baik
Indonesia Head of Research DBS Group, William Simadiputra.(MI/Naufal Zuhdi.)

INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra menyatakan bahwa kapitalisasi pasar Indonesia saat ini tergolong sangat baik. Hal ini didorong karena perkembangan ekonomi Indonesia yang positif yang tercermin dari struktur kapitalisasi pasar yang didukung oleh konstituen dengan fundamental yang kuat, mulai dari sektor korporasi, perbankan, konsumsi domestik, sektor pesisir, hingga komoditas.

“Seluruh sektor tersebut menunjukkan basis yang solid dan berkelanjutan. Karena itu, saya melihat para pemangku kepentingan saat ini telah mengambil langkah yang tepat,” ucap William saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/2).

Selain itu, dirinya memandang bahwa upaya pemerintah untuk merespons Morgan Stanley Capital International (MSCI) khususnya terkait peningkatan keterbukaan struktur kepemilikan saham serta penguatan permodalan, merupakan langkah yang tepat. Ia meyakini bahwa kebijakan ini akan meningkatkan kredibilitas dan transparansi Indonesia, terutama dalam konteks konstituen indeks berbasis komoditas.

"Indonesia berada di jalur yang benar. Ke depan, diharapkan MSCI juga terus menyampaikan secara terbuka kebutuhan dan persyaratan mereka, serta membantu regulator dan pemangku kepentingan untuk memenuhi seluruh ketentuan agar Indonesia tetap berada dalam indeks pasar negara berkembang,” imbuhnya.

DBS, sambung dia, mengungkapkan bahwa pergerakan pasar kerap mengalami kenaikan ataupun penurunan. Namun secara umum, Indonesia sedang bergerak ke arah yang tepat untuk mencegah risiko penurunan status ke frontier market. “Sejak awal, Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan dalam pembentukan dan definisi pasar keuangan di kawasan,” tandasnya.

Terkait dengan investasi di pasar saham, dirinya berpendapat bahwa investor perlu kembali fokus pada fundamental sperti Kinerja perusahaan, laba, serta kesiapan emiten kinerja menerapkan metodologi penilaian yang mampu mencerminkan nilai intrinsik perusahaan secara tepat menjadi hal utama.

“Ini merupakan prinsip investasi klasik yang justru semakin relevan untuk diterapkan saat ini. Pada akhirnya, yang terpenting adalah kualitas dan substansi dari para konstituen itu sendiri, terlepas dari sentimen pasar yang mungkin muncul,” pungkasnya. (Fal/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya