Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IHSG Anjlok 8 Persen, Pemerintah Segera Panggil OJK dan BEI

M Ilham Ramadhan Avisena
28/1/2026 17:13
IHSG Anjlok 8 Persen, Pemerintah Segera Panggil OJK dan BEI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan segera menggelar rapat bersama terkait penurunan IHSG hari ini.(Dok. Kemenko Perekonomian)

PENURUNAN tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan. Pemerintah merespons cepat dengan mendorong evaluasi menyeluruh di sektor pasar modal, terutama terkait isu transparansi yang disorot lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan segera menggelar rapat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak terkait untuk membahas tekanan yang terjadi di pasar saham.

“IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yang lain, besok kita jadwalkan,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1).

Airlangga menegaskan pelemahan IHSG tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi kombinasi faktor teknikal serta sentimen investor global. Salah satu pemicu utama berasal dari laporan evaluasi terbaru MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi,” kata Airlangga.

Ia menyebut Bursa Efek Indonesia diminta melakukan penilaian internal guna merespons masukan yang diberikan MSCI.

Isu Transparansi Jadi Sorotan Utama MSCI

Airlangga mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial yang disorot MSCI adalah soal transparansi dan tata kelola pasar modal. Menurutnya, transparansi merupakan syarat penting dalam menjaga kredibilitas dan daya saing bursa Indonesia di mata investor global.

“Kalau transparansi itu persyaratan bagi seluruh penyelenggara pasar modal, jadi itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikkan banyak negara,” ujarnya.

Meski koreksi IHSG memicu kekhawatiran, Airlangga mengingatkan investor agar tidak bereaksi berlebihan.

“Ya nggak perlu panik, kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik ada yang turun,” katanya.

Laporan MSCI Jadi Pemicu Koreksi Pasar

Senada, CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menilai laporan MSCI menjadi “trigger” utama yang mendorong koreksi pasar saham.

“Trigger-nya dari MSCI yang mengeluarkan report. Memang kita diharapkan untuk bursa kita lebih transparan lagi,” kata Rosan.

Ia menyebut masukan tersebut sebenarnya sudah muncul beberapa bulan terakhir, namun perlu langkah cepat karena menyangkut kepercayaan investor.

“Ini masalah transparansi dan akuntabilitas, jadi harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Rosan menekankan bahwa pelemahan IHSG tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental korporasi nasional. Namun, posisi MSCI sebagai acuan global membuat rekomendasinya sangat berpengaruh.

“MSCI adalah acuan para investor dunia saat berinvestasi di negara-negara. Jadi kita harus segera menindaklanjuti masukan dari MSCI,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya