Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

IHSG Ambruk 8 Persen, Ekonom Nilai Jadi Momentum Pembenahan Pasar Saham

Insi Nantika Jelita
28/1/2026 16:59
IHSG Ambruk 8 Persen, Ekonom Nilai Jadi Momentum Pembenahan Pasar Saham
IHSG ambruk 8% memicu trading halt BEI.(MI/AI)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan tajam hingga 8% pada perdagangan Rabu (28/1). Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai koreksi besar ini bukan sekadar tekanan pasar jangka pendek, melainkan sinyal penting untuk pembenahan menyeluruh pasar saham Indonesia.

Penurunan drastis tersebut memicu penerapan mekanisme trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni penghentian sementara perdagangan guna meredam kepanikan investor.

Menurut Fakhrul, pelemahan IHSG terjadi di tengah meningkatnya volatilitas global serta sikap kehati-hatian investor terhadap pasar domestik. Situasi ini juga dipengaruhi oleh sejumlah catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kondisi pasar saham Indonesia.

Fakhrul menekankan bahwa berbagai sorotan MSCI, terutama mengenai transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia, harus disikapi secara konstruktif dan menjadi bahan evaluasi bersama.

“Koreksi pasar saat ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan struktur pasar saham Indonesia secara lebih serius,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).

Ia menilai pemerintah perlu memastikan penerapan good governance atau tata kelola yang baik di pasar modal agar harga saham benar-benar mencerminkan fundamental perusahaan, bukan sekadar pergerakan spekulatif.

“Kondisi yang adil dan win-win bagi seluruh pelaku pasar harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fakhrul mengingatkan bahwa tata kelola yang lemah dapat berdampak serius pada posisi Indonesia di pasar global. Jika tidak segera dibenahi, Indonesia berisiko turun dari kategori emerging market menjadi frontier market.

Menurutnya, pasar saham yang sehat tidak hanya dinilai dari pergerakan indeks semata, tetapi juga dari kualitas governance serta tingkat kepercayaan investor. Pasar yang ideal adalah pasar yang transparan, kredibel, memberikan perlindungan bagi investor minoritas, dan menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh pelaku pasar.

“Kepercayaan jangka panjang dibangun dari governance yang baik, keterbukaan informasi, serta perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku pasar,” ujarnya.

Terkait kebijakan trading halt yang diterapkan BEI, Fakhrul menilai langkah tersebut sudah tepat untuk meredam kepanikan. Ia menegaskan bahwa mekanisme ini penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah reaksi pasar yang berlebihan di tengah pergerakan ekstrem, sekaligus memberi ruang bagi investor untuk mencerna informasi secara lebih rasional.

Ke depan, ia menekankan bahwa fokus regulator tidak boleh berhenti pada stabilisasi jangka pendek, tetapi harus diarahkan pada penguatan struktur pasar, peningkatan transparansi, serta perlindungan investor agar pasar saham Indonesia semakin kredibel dan berdaya saing di tingkat global.

“Ini agar pasar saham Indonesia semakin kredibel dan berdaya saing di tingkat global,” tutup Fakhrul. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya