Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) IB Aditya Jayaantara.
Pengumuman tersebut disampaikan pada hari yang sama dengan mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memicu penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) setelah IHSG terperosok lebih dari 8% ke level sekitar 7.600. Tekanan berlanjut pada Kamis (29/1), ketika IHSG kembali jatuh dan sempat mencatat penurunan hingga 10%.
“Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” demikian keterangan resmi OJK yang diterima Jumat (30/1).
OJK menegaskan, pengunduran diri tersebut tidak mengganggu pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan lembaga dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.
Untuk sementara, tugas dan tanggung jawab Ketua Dewan Komisioner, KE PMDK, dan DKTK akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan dan tata kelola yang berlaku guna memastikan keberlanjutan kebijakan, pengawasan, serta pelayanan kepada masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.
“OJK berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses kelembagaan,” pungkasnya. (Z-10)
Menurut Kusfiardi, pengunduran diri Dirut BEI lebih berfungsi sebagai shock absorber simbolik untuk meredam tekanan jual jangka pendek.
EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai keputusan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau Dirut BEI mundur tepat di tengah gejolak IHSG
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1) sore ditutup menguat dan rebound setelah kisruh Morgan Stanley Capital International atau MSCI.
Korps Bhayangkara kini tengah mendalami unsur dugaan pidana terkait isu 'saham gorengan' yang disinyalir menjadi biang kerok anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved