Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR saham Indonesia mengalami tekanan kuat pada perdagangan Rabu siang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 8%, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt).
Penghentian sementara dilakukan pada pukul 13.43 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Langkah ini merupakan prosedur otomatis yang diterapkan BEI ketika penurunan IHSG menembus batas tertentu dalam satu hari perdagangan.
Pada sesi II perdagangan, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau sekitar 8%, sehingga turun ke level 8.261,78.
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terperosok. LQ45 tercatat turun 67,70 poin atau 7,73% ke posisi 808,41.
Penurunan ini mencerminkan aksi jual besar-besaran yang terjadi di pasar, memicu kekhawatiran investor terhadap volatilitas yang meningkat.
BEI menyampaikan bahwa perdagangan saham akan kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.13 waktu JATS, tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan bursa secara keseluruhan.
Trading halt bersifat sementara dan bertujuan memberi waktu bagi pelaku pasar untuk menilai situasi dengan lebih tenang sebelum transaksi kembali berjalan.
BEI memiliki ketentuan jelas terkait penghentian sementara perdagangan apabila IHSG turun signifikan dalam sehari. Aturan tersebut adalah:
BEI menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan trading halt ini dilakukan untuk menciptakan ruang likuiditas yang lebih luas. Investor diberi kesempatan mempertimbangkan strategi investasi berdasarkan informasi yang berkembang, tanpa tekanan transaksi yang terlalu cepat.
Kebijakan ini juga merupakan bagian dari sistem perlindungan pasar agar stabilitas tetap terjaga dalam kondisi ekstrem.
Ketentuan terbaru mengenai trading halt tercantum dalam Surat Keputusan Direksi BEI pada 8 April 2025, yaitu:
Anjloknya IHSG hingga 8% menjadi salah satu penurunan tajam yang memicu BEI menerapkan trading halt. Kebijakan ini menjadi langkah pengamanan agar pasar tetap terkendali dan investor memiliki waktu untuk mengambil keputusan secara rasional. (Z-10)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
IHSG anjlok hingga memicu trading halt dua hari beruntun. Ketua OJK Mahendra Siregar bersama jajaran puncak resmi mengundurkan diri.
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
PADA awal sesi perdagangan, IHSG turun cukup dalam.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Jumat (6/3) dengan pergerakan melemah.
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved