Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR saham Indonesia mengalami tekanan kuat pada perdagangan Rabu siang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 8%, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt).
Penghentian sementara dilakukan pada pukul 13.43 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Langkah ini merupakan prosedur otomatis yang diterapkan BEI ketika penurunan IHSG menembus batas tertentu dalam satu hari perdagangan.
Pada sesi II perdagangan, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau sekitar 8%, sehingga turun ke level 8.261,78.
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terperosok. LQ45 tercatat turun 67,70 poin atau 7,73% ke posisi 808,41.
Penurunan ini mencerminkan aksi jual besar-besaran yang terjadi di pasar, memicu kekhawatiran investor terhadap volatilitas yang meningkat.
BEI menyampaikan bahwa perdagangan saham akan kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.13 waktu JATS, tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan bursa secara keseluruhan.
Trading halt bersifat sementara dan bertujuan memberi waktu bagi pelaku pasar untuk menilai situasi dengan lebih tenang sebelum transaksi kembali berjalan.
BEI memiliki ketentuan jelas terkait penghentian sementara perdagangan apabila IHSG turun signifikan dalam sehari. Aturan tersebut adalah:
BEI menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan trading halt ini dilakukan untuk menciptakan ruang likuiditas yang lebih luas. Investor diberi kesempatan mempertimbangkan strategi investasi berdasarkan informasi yang berkembang, tanpa tekanan transaksi yang terlalu cepat.
Kebijakan ini juga merupakan bagian dari sistem perlindungan pasar agar stabilitas tetap terjaga dalam kondisi ekstrem.
Ketentuan terbaru mengenai trading halt tercantum dalam Surat Keputusan Direksi BEI pada 8 April 2025, yaitu:
Anjloknya IHSG hingga 8% menjadi salah satu penurunan tajam yang memicu BEI menerapkan trading halt. Kebijakan ini menjadi langkah pengamanan agar pasar tetap terkendali dan investor memiliki waktu untuk mengambil keputusan secara rasional. (Z-10)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore.
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
IHSG anjlok hingga memicu trading halt dua hari beruntun. Ketua OJK Mahendra Siregar bersama jajaran puncak resmi mengundurkan diri.
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved