Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2) sore. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya otoritas pasar modal Indonesia untuk merespons berbagai perhatian dan kebutuhan yang disampaikan penyedia indeks global tersebut.
Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa OJK dan SRO telah mempersiapkan seluruh proposal serta langkah teknis yang diminta MSCI.
“Kami sudah memberikan instruksi kepada tim OJK dan SRO yang akan hadir dalam pertemuan bersama salah satu indeks provider global. Setelah kami cermati, seluruh concern atau permintaan dari pihak indeks provider global tersebut tidak ada yang tidak bisa kami penuhi,” ujar Hasan saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu.
Hasan menjelaskan, pertemuan tersebut akan difokuskan pada konfirmasi kesiapan OJK dan SRO beserta rencana implementasi atas berbagai masukan dari MSCI. Dari pertemuan itu, pihaknya berharap dapat memperoleh pernyataan resmi maupun kesepakatan terkait ekspektasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
“Format pertemuan besok adalah mengonfirmasi seluruh kesiapan kami berikut rencana pelaksanaannya kepada pihak indeks provider global. Kami berharap mekanisme ini dapat menghasilkan pernyataan atau kesepakatan sebagai output pertemuan,” jelas Hasan usai menghadiri Dialog Pelaku Pasar Modal di BEI.
Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa OJK bersama SRO menargetkan pasar modal Indonesia untuk semakin selaras dengan standar dan praktik terbaik internasional. Pemenuhan kebutuhan indeks provider global, menurutnya, menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing dan kredibilitas IHSG sebagai pasar modal nasional.
“Kami ingin memastikan perusahaan tercatat dan pasar modal Indonesia memenuhi ekspektasi kesetaraan serta standar best practice internasional. Salah satunya melalui pemenuhan concern yang disampaikan oleh indeks provider global,” pungkas Hasan. (Ant/E-3)
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia akan memasuki fase pemulihan secara bertahap pada pekan depan.
PERKEMBANGAN pasar keuangan Indonesia, khususnya pasar modal, akhir-akhir ini sedang dihadapkan pada turbulensi.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28-29 Januari lalu bukan sekadar gejolak sesaat.
Anggota Komisi XI DPR RI M Hasanuddin Wahid menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemarin (30/1).
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia akan memasuki fase pemulihan secara bertahap pada pekan depan.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani memproyeksikan IHSG hari ini berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (2/2).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Tekanan tersebut dipicu guncangan lanjutan pasca-pengunduran diri sejumlah pejabat kunci sektor keuangan yang berpotensi dipersepsikan investor sebagai sinyal adanya masalah struktural.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak mentolerir praktik saham gorengan dan manipulasi pasar demi menjaga integritas pasar modal dan kepercayaan investor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved