Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Airlangga Klaim Pasar Keuangan Berangsur Stabil Pascatekanan MSCI

Insi Nantika Jelita
13/2/2026 23:43
Airlangga Klaim Pasar Keuangan Berangsur Stabil Pascatekanan MSCI
Pengunjung berfoto dengan later belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan. 

Seperti diketahui, pasca pengumuman indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang membekukan peningkatan bobot Indonesia dalam indeks globalnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan tajam hingga 8% pada dua pekan sebelumnya.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah mempercepat reformasi struktural sektor pasar keuangan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah yang ditempuh antara lain peningkatan minimum free float menjadi 15% serta penyusunan aturan kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi pemilik saham dengan persentase tertentu.

“Pemerintah dan otoritas memastikan stabilitas sektor keuangan dan kondisi pasar dalam sepekan kemarin sudah membaik dan arus modal berangsur masuk kembali,” ujarnya dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Airlangga menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga, nilai tukar, serta pasar keuangan dengan fokus pada aktivitas ekonomi tahun 2026, termasuk penguatan kedaulatan pangan dan energi serta transformasi ekonomi.

Ke depan, strategi pemerintah diarahkan pada percepatan sejumlah program prioritas, seperti makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, serta peningkatan produktivitas nasional melalui skema pembiayaan yang relatif non-anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui Danantara. Selain itu, pemerintah juga memperkuat hilirisasi dan pengolahan guna meningkatkan nilai tambah, mendorong substitusi impor dan ekspor, serta menjaga stabilitas fiskal dan tata kelola.

“Terutama catatan Presiden menjaga makroprudensial kita,” kata Airlangga.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah. Fokus kebijakan sektor jasa keuangan pada 2026 antara lain penguatan permodalan industri keuangan dan reformasi integritas pasar modal, termasuk peningkatan free float dari 7,5% menjadi 15%.

“UBO kita buka di atas 10% dan granularitas kita tingkatkan dari 9 menjadi 28 data investor,” tambahnya.

OJK juga menyiapkan pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang lebih kontributif melalui deregulasi iklim usaha, dukungan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pembiayaan program strategis nasional seperti Kopdes dan ekosistem makan bergizi gratis. 

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pendalaman pasar keuangan guna mencapai target pertumbuhan.

Untuk 2026, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit berada di kisaran 10-12% secara tahunan. Friderica optimistis sektor jasa keuangan mampu mendukung berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dan untuk itu, kita berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dan BI dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mensukseskan program-program tersebut dan mengangkat kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya