Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (12/3/2026) sore resmi ditutup di zona merah. Pelemahan ini mengikuti tren negatif bursa kawasan Asia yang dipicu oleh volatilitas harga minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
IHSG berakhir melemah 27,28 poin atau 0,37 persen ke posisi 7.362,12. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,06 poin atau 0,14 persen ke posisi 751,19.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya menyatakan bahwa sentimen negatif utama berasal dari ketidakpastian kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Konflik tersebut telah mendorong harga komoditas energi ke tingkat yang mengancam pemulihan ekonomi global.
Kenaikan ini dipicu oleh laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker internasional di sekitar wilayah konflik. Kondisi ini terjadi sesaat setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar dalam sejarah, yang justru dibaca pasar sebagai sinyal bahwa risiko gangguan suplai sangat tinggi.
Ratna Lim menekankan bahwa kenaikan harga minyak mentah di atas level US$90 meningkatkan kecemasan terhadap potensi inflasi domestik dan melebarnya defisit APBN. Terganggunya aliran minyak di Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang diwaspadai pelaku pasar.
"Menyikapi masih tingginya ketidakpastian kapan perang ini akan berakhir, semakin meningkatkan risiko akan dampaknya terhadap kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global," ujar Ratna.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami penurunan. Sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam sebesar 1,85 persen diikuti sektor properti (1,18 persen) dan sektor barang baku (1,15 persen). Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik berhasil menguat 1,22 persen di tengah spekulasi kenaikan biaya distribusi global.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.610.561 kali transaksi dengan volume 26,81 miliar lembar saham senilai Rp13,38 triliun. Sebanyak 461 saham tercatat menurun, sementara hanya 211 saham yang berhasil menguat.
Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang juga tertekan hebat:
Pelaku pasar diperkirakan masih akan bersikap konservatif (wait and see) sembari memantau perkembangan geopolitik di Teluk Persia dan rilis data inflasi global dalam beberapa hari ke depan. (Ant/I-2)
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Nilai tukar rupiah melemah ke level 16.893 per dolar AS. Lonjakan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz oleh Iran jadi pemicu utama. Simak analisisnya.
Amerika Serikat dan IEA sepakat melepas 400 juta barel cadangan minyak darurat untuk menekan harga energi yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.
IHSG ditutup melemah tajam ke level 7.337 pada Senin (9/3/2026). Simak analisis penyebab anjloknya bursa akibat lonjakan harga minyak dan inflasi global di sini.
Nilai tukar rupiah sore ini ditutup melemah di level Rp16.949 per dolar AS. Lonjakan harga minyak dunia dan eskalasi konflik di Timur Tengah jadi pemicu utama.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 2026 memicu lonjakan harga minyak dunia di atas US$100. Simak analisis dampak ekonomi global dan efeknya bagi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved