Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

IHSG Sore ini Ditutup Melemah ke 7.362 akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia

Media Indonesia
12/3/2026 17:25
IHSG Sore ini Ditutup Melemah ke 7.362 akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia
Ilustrasi.(Freepik)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (12/3/2026) sore resmi ditutup di zona merah. Pelemahan ini mengikuti tren negatif bursa kawasan Asia yang dipicu oleh volatilitas harga minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

IHSG berakhir melemah 27,28 poin atau 0,37 persen ke posisi 7.362,12. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,06 poin atau 0,14 persen ke posisi 751,19.

Eskalasi Konflik Picu Lonjakan Harga Minyak

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya menyatakan bahwa sentimen negatif utama berasal dari ketidakpastian kapan perang di Timur Tengah akan berakhir. Konflik tersebut telah mendorong harga komoditas energi ke tingkat yang mengancam pemulihan ekonomi global.

Data Harga Minyak Dunia (12 Maret 2026):

  • West Texas Intermediate (WTI): Naik 5,48% ke level US$92,03/barel.
  • Brent: Naik 5,69% ke level 97,21 dolar AS/barel.

Kenaikan ini dipicu oleh laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker internasional di sekitar wilayah konflik. Kondisi ini terjadi sesaat setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar dalam sejarah, yang justru dibaca pasar sebagai sinyal bahwa risiko gangguan suplai sangat tinggi.

Ancaman Inflasi dan Defisit Neraca Dagang

Ratna Lim menekankan bahwa kenaikan harga minyak mentah di atas level US$90 meningkatkan kecemasan terhadap potensi inflasi domestik dan melebarnya defisit APBN. Terganggunya aliran minyak di Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang diwaspadai pelaku pasar.

"Menyikapi masih tingginya ketidakpastian kapan perang ini akan berakhir, semakin meningkatkan risiko akan dampaknya terhadap kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global," ujar Ratna.

Statistik Perdagangan dan Sektoral

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami penurunan. Sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam sebesar 1,85 persen diikuti sektor properti (1,18 persen) dan sektor barang baku (1,15 persen). Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik berhasil menguat 1,22 persen di tengah spekulasi kenaikan biaya distribusi global.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.610.561 kali transaksi dengan volume 26,81 miliar lembar saham senilai Rp13,38 triliun. Sebanyak 461 saham tercatat menurun, sementara hanya 211 saham yang berhasil menguat.

Kondisi Bursa Regional Asia

Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang juga tertekan hebat:

  • Indeks Nikkei (Jepang): Turun 1,04% ke posisi 54.453,00.
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Turun 0,70% ke posisi 25.716,76.
  • Indeks Straits Times (Singapura): Turun 0,17% ke posisi 4.855,33.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan bersikap konservatif (wait and see) sembari memantau perkembangan geopolitik di Teluk Persia dan rilis data inflasi global dalam beberapa hari ke depan. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya