Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

AS Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak Darurat Atasi Dampak Perang Iran

Media Indonesia
12/3/2026 16:56
AS Lepas 172 Juta Barel Cadangan Minyak Darurat Atasi Dampak Perang Iran
Ilustrasi.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan akan melepas 172 juta barel minyak bumi dari cadangan darurat strategisnya mulai pekan depan. Langkah ekstrem ini diambil sebagai upaya darurat untuk menekan lonjakan harga energi global yang dipicu oleh eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa langkah Washington ini merupakan bagian dari aksi kolektif yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA). Secara total, 32 negara anggota IEA akan melepas 400 juta barel minyak ke pasar global guna menjaga stabilitas pasokan.

Intervensi Energi Terbesar dalam Sejarah

Pelepasan cadangan minyak sebesar 400 juta barel ini menjadi preseden terbesar yang pernah dilakukan oleh IEA sejak lembaga tersebut didirikan. Angka ini melampaui intervensi serupa pada 2022 saat awal invasi Rusia ke Ukraina.

Proses pengeluaran Cadangan Minyak Strategis (SPR) Amerika Serikat sendiri diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari. Langkah ini diharapkan dapat menambah likuiditas pasokan di pasar internasional yang saat ini tengah mengalami kekosongan akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz dan wilayah Teluk.

Data Pasar: Harga minyak mentah berjangka melonjak di atas US$119 per barel atau sekitar Rp2 juta. Ini merupakan level tertinggi sejak Juni 2022, memicu kekhawatiran inflasi global yang tak terkendali.

Tuduhan Manipulasi Energi oleh Iran

Dalam pernyataan resminya, Menteri Energi AS Chris Wright menuding Teheran sengaja menggunakan komoditas energi sebagai senjata politik. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Amerika Serikat tidak akan membiarkan keamanan energi sekutunya terancam.

"Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya. Masa-masa seperti itu akan segera berakhir," tegas Wright, Rabu (11/3/2026).

Selain Amerika Serikat, negara-negara maju yang tergabung dalam G7, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Eropa, juga menyatakan kesiapan mereka untuk menyuntikkan cadangan minyak publik yang mereka miliki. Saat ini, IEA mencatat total cadangan minyak darurat publik negara anggotanya mencapai lebih dari 1,2 miliar barel.

Koordinasi G7 dan Dampak Ekonomi Global

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengungkapkan bahwa para pemimpin dan menteri energi G7 melakukan pertemuan virtual intensif untuk membahas teknis pelepasan cadangan ini. Koordinasi dilakukan agar intervensi pasar ini memberikan dampak yang paling efektif terhadap penurunan harga di tingkat retail.

“Jika kita akan melakukan itu, kita harus melakukannya dengan cara yang paling efektif. Masih ada pertanyaan tentang kapan, di mana, dan bagaimana mengoordinasikannya secara keseluruhan," ujar Katayama kepada wartawan di Tokyo. (Kyodo/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya