Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PENASIHAT senior Pemimpin Tertinggi Iran, Yahya Rahim Safavi, melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah memanasnya konflik Iran dengan AS dan Israel serta menegaskan ancaman Teheran terhadap Israel hingga target ekonomi kedua negara.
Dalam pernyataannya, Safavi melontarkan kritik tajam terhadap Trump.
"Trump adalah presiden Amerika yang paling korup dan bodoh," kata Safavi dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Rabu (12/3).
"Dia adalah setan itu sendiri," ucapnya.
Safavi juga kembali menegaskan ancaman lama Iran terhadap Israel yang saat ini terlibat konflik dengan Teheran bersama Amerika Serikat.
"Di kawasan Timur Tengah, Israel dan Iran tidak bisa bersama. Salah satu dari mereka harus tetap ada. Yang akan tetap ada adalah Iran dan yang akan dihancurkan adalah rezim Zionis," ujarnya.
Pada hari yang sama, militer Iran menyatakan akan memperluas serangan dengan menargetkan kepentingan ekonomi milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Ancaman tersebut muncul setelah satu bank di Teheran dilaporkan terkena serangan pada Selasa malam.
Pernyataan itu disampaikan oleh komando operasional pusat militer Iran, Khatam al-Anbiya Central Headquarters, melalui siaran televisi pemerintah.
"Musuh telah memberi kita kebebasan untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Komando militer itu juga mengimbau masyarakat di kawasan Timur Tengah untuk menjauhi bank dalam radius satu kilometer sebagai langkah pencegahan.
Media Iran melaporkan bahwa serangan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam bank di Tehran pada Selasa malam, yang menyebabkan beberapa staf bank tewas. Namun jumlah korban tidak disebutkan secara rinci.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut mengutuk serangan tersebut. "Cabang bank tertua di negara saya dibom saat penuh dengan karyawan," kata Araghchi melalui akun X.
Ia menegaskan bahwa militer Iran akan membalas serangan tersebut. "Angkatan Bersenjata kita yang perkasa akan membalas kejahatan ini," ujarnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington harus menuntaskan operasi militernya terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidato di Hebron, Kentucky, pada Rabu, beberapa jam setelah ia mengeklaim bahwa perang bisa segera berakhir karena Amerika Serikat hampir kehabisan target di Iran.
"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini," kata Trump saat berbicara mengenai operasi militer AS dan Israel terhadap Iran. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved