Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

IHSG Hari Ini Melemah ke 7.338, Rupiah Nyaris Rp17.000 Akibat Konflik AS-Iran

 Gana Buana
13/3/2026 10:04
IHSG Hari Ini Melemah ke 7.338, Rupiah Nyaris Rp17.000 Akibat Konflik AS-Iran
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/3) pagi bergerak melemah seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan bersikap hawkish (ketat). Hal ini dipicu oleh risiko inflasi energi global imbas konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG dibuka melemah 23,30 poin atau 0,32% ke posisi 7.338,82. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,74 poin atau 0,36% ke posisi 748,45. Tekanan ini juga merembet ke nilai tukar Mata Uang Rupiah yang kini bertengger di level Rp16.918 per dolar AS, mendekati level psikologis baru.

Dampak Konflik AS-Iran terhadap Pasokan Minyak

International Energy Agency (IEA) menyebut konflik ini berpotensi menjadi gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah. Aliran minyak melalui Selat Hormuz turun drastis dari 20 juta barel per hari menjadi hampir berhenti total. Kondisi ini memaksa negara-negara produsen di Teluk untuk memangkas produksi hingga 10 juta barel per hari.

Harga minyak mentah jenis Brent kini telah menembus angka US$100,41 per barel. Iran bahkan memperingatkan harga minyak dunia bisa mencapai US$200 per barel jika eskalasi militer terus meningkat.

Sentimen Domestik dan Global

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa IHSG sulit untuk menguat di tengah gejolak global dan menjelang libur panjang Idul Fitri.

"Investor cenderung mengurangi posisi portofolio mereka demi terhindar dari gejolak pasar selama ditinggal liburan," ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan fiskal dalam negeri turut menjadi sorotan. Pemerintah mulai menarik sebagian surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp16 triliun ke kas negara berdasarkan PMK No.115/2025 untuk membantu pembiayaan APBN.

Meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin koordinasi tetap terjaga, langkah ini memicu kekhawatiran investor akan adanya tekanan fiskal yang semakin besar.

Tabel Data Pasar Finansial 13 Maret 2026

Instrumen Nilai Terbaru Keterangan
IHSG 7.338,82 Melemah 0,32%
Nilai Tukar Rupiah Rp16.918/USD Terdepresiasi
Emas Antam Rp3.021.000/gr Turun Rp21.000
Minyak Brent US$100,41/barel Sentimen Negatif

Catatan Redaksi: Pelaku pasar kini menantikan hasil pertemuan FOMC pada 17-18 Maret 2026 untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya di tengah ancaman inflasi energi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya