Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Di Tengah Volatilitas Pasar, Berikut Rekomendasi Saham yang Patut Dicermati Hari Ini!

 Gana Buana
03/3/2026 08:35
Di Tengah Volatilitas Pasar, Berikut Rekomendasi Saham yang Patut Dicermati Hari Ini!
Rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. P(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 2,65% pada perdagangan 2 Maret 2026, turun ke level 8.016,83. Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama terkait eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyampaikan, tekanan ini menyebabkan banyak investor beralih dari aset berisiko seperti saham ke instrumen safe haven. Hal ini menambah penurunan indeks saham.

Namun, di tengah koreksi pasar yang terjadi, sektor energi dan pertambangan emas justru menjadi sorotan utama. Lonjakan harga minyak mentah jenis WTI yang mencapai US$72 per barel dan harga Brent yang menembus US$78 memberikan sentimen positif bagi emiten energi. 

“Kenaikan harga minyak ini memberikan angin segar bagi saham-saham sektor energi, terutama emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap komoditas ini," ungkap Hendra pada Media Indonesia, Selasa (3/3).

Rekomendasi Saham Hari Ini

Menurut Hendram saham perusahaan energi seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) diprediksi menarik untuk trading buy dengan target harga masing-masing di level 2.350, 4.400, dan 1.100.

"Saham-saham energi ini menawarkan peluang yang menarik di tengah ketegangan global dan lonjakan harga minyak," ujar Hendra.

Selain sektor energi, kata dia, sektor logam mulia juga mendapatkan perhatian seiring dengan lonjakan harga emas yang kini diperdagangkan di atas 5.400. Kenaikan harga emas mendongkrak prospek emiten pertambangan logam mulia seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan target harga yang diperkirakan mencapai 4.720.

"Emiten logam mulia seperti ANTM diuntungkan oleh kenaikan harga emas, yang meningkatkan margin dan laba mereka," ungkap Hendra.

Sentimen Eksternal Perlu Diperhatikan

Meski sektor energi dan emas menunjukkan potensi positif, investor tetap harus mewaspadai kondisi eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia.

Faktor-faktor seperti kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang terus mempengaruhi arus modal global, serta perkembangan kebijakan ekonomi China melalui pertemuan “Two Sessions” dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Selain itu, data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus pada Januari 2026 juga akan memainkan peran penting dalam kebijakan moneter Bank Indonesia.

“Volatilitas pasar akan tetap tinggi dalam jangka pendek, namun selama harga komoditas tetap kuat dan ekonomi domestik stabil, ada peluang pemulihan IHSG setelah tekanan mereda," tambah Hendra. (Z-10)

Disclaimer: Trading saham adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian secara material. Setiap keputusan untuk transaksi baik untuk tujuan investasi atau trading (beli/jual) yang dilakukan sepenuhnya merupakan keputusan dan tanggung jawab dari masing masing pribadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya