Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 2,65% pada perdagangan 2 Maret 2026, turun ke level 8.016,83. Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama terkait eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyampaikan, tekanan ini menyebabkan banyak investor beralih dari aset berisiko seperti saham ke instrumen safe haven. Hal ini menambah penurunan indeks saham.
Namun, di tengah koreksi pasar yang terjadi, sektor energi dan pertambangan emas justru menjadi sorotan utama. Lonjakan harga minyak mentah jenis WTI yang mencapai US$72 per barel dan harga Brent yang menembus US$78 memberikan sentimen positif bagi emiten energi.
“Kenaikan harga minyak ini memberikan angin segar bagi saham-saham sektor energi, terutama emiten yang memiliki eksposur langsung terhadap komoditas ini," ungkap Hendra pada Media Indonesia, Selasa (3/3).
Menurut Hendram saham perusahaan energi seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) diprediksi menarik untuk trading buy dengan target harga masing-masing di level 2.350, 4.400, dan 1.100.
"Saham-saham energi ini menawarkan peluang yang menarik di tengah ketegangan global dan lonjakan harga minyak," ujar Hendra.
Selain sektor energi, kata dia, sektor logam mulia juga mendapatkan perhatian seiring dengan lonjakan harga emas yang kini diperdagangkan di atas 5.400. Kenaikan harga emas mendongkrak prospek emiten pertambangan logam mulia seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan target harga yang diperkirakan mencapai 4.720.
"Emiten logam mulia seperti ANTM diuntungkan oleh kenaikan harga emas, yang meningkatkan margin dan laba mereka," ungkap Hendra.
Meski sektor energi dan emas menunjukkan potensi positif, investor tetap harus mewaspadai kondisi eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia.
Faktor-faktor seperti kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang terus mempengaruhi arus modal global, serta perkembangan kebijakan ekonomi China melalui pertemuan “Two Sessions” dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Selain itu, data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus pada Januari 2026 juga akan memainkan peran penting dalam kebijakan moneter Bank Indonesia.
“Volatilitas pasar akan tetap tinggi dalam jangka pendek, namun selama harga komoditas tetap kuat dan ekonomi domestik stabil, ada peluang pemulihan IHSG setelah tekanan mereda," tambah Hendra. (Z-10)
Harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) untuk cetakan UBS dan Galeri 24 terpantau mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 Maret 2026.
Panduan terbaru cara beli emas Antam 2026 secara resmi via Butik Emas, website, hingga aplikasi digital. Lengkap dengan syarat NPWP dan aturan pajak.
Harga emas Antam hari ini, Senin 2 Maret 2026, melonjak tajam Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram. Simak tabel harga lengkap dan analisis penyebabnya di sini.
HARGA emas dunia mencatatkan rekor sejarah baru pada perdagangan Senin (2/3).
Harga emas hari ini di Pegadaian, Senin 2 Maret 2026: Emas UBS tembus Rp3.167.000/gram dan Galeri 24 naik ke Rp3.130.000/gram. Cek tabel harga lengkapnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
IHSG tertekan tajam 2,65% pada 2 Maret 2026 akibat eskalasi konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved