Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS pasar modal Hendra Wardana menilai keputusan pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman sebagai langkah yang tepat di tengah kondisi pasar yang tengah bergejolak.
Menurutnya, pasar modal Indonesia saat ini berada dalam fase yang sangat krusial. Dalam dua hari terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat hingga mencatatkan penurunan signifikan dan memicu mekanisme trading halt atau pembekuan perdagangan saham selama dua hari berturut-turut.
Kondisi tersebut mencerminkan tingkat kepanikan pasar yang cukup tinggi, dipicu oleh kombinasi sentimen global serta kekhawatiran investor terhadap transparansi dan tata kelola pasar domestik.
“Sudah tepat. Pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak,” ujar Hendra kepada Media Indonesia, Jumat (30/1).
Ia menilai koreksi tajam IHSG dalam waktu singkat menunjukkan rapuhnya kepercayaan investor, terutama investor asing, terhadap stabilitas dan mekanisme pasar. Trading halt yang terjadi dua kali berturut-turut menjadi sinyal kuat volatilitas telah berada pada level ekstrem dan membutuhkan respons kelembagaan yang serius.
Dalam konteks tersebut, lanjut Hendra, mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal Indonesia.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menunjukkan tanda pemulihan terbatas. Hingga pukul 09.28 WIB, indeks tercatat menguat 0,91 persen ke level 8.307. Namun, penguatan tersebut dinilai masih bersifat teknikal dan belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya kepercayaan pasar.
"Investor cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan BEI ke depan, khususnya terkait penunjukan direktur utama yang baru," kata Hendra.
Pasar, ungkapnya, membutuhkan figur pemimpin yang mampu memperkuat transparansi, memperbaiki tata kelola, serta menjawab ekspektasi lembaga indeks global seperti MSCI, yang selama ini menyoroti isu free float dan kualitas likuiditas pasar Indonesia.
"Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif dengan bias melemah," imbuhnya.
Dalam jangka pendek, indeks diproyeksikan bergerak di kisaran 8.150 hingga 8.350, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan internal BEI serta respons regulator. Stabilitas pasar, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan bursa. (H-2)
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mengenal sosok Iman Rachman, Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI). Simak rekam jejak profesionalnya dari Mandiri Sekuritas hingga memimpin pasar modal.
IHSG sempat mengalami gejolak dan bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (30/1), sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup di level 8.276,57 atau naik 0,54% pukul 09.40 WIB.
Keputusan itu diambil Iman Rachman menyusul anjloknya IHSG yang memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
Iman memutuskan mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
BEI menerapkan trading halt saat IHSG anjlok hingga 8%. Simak penjelasan penyebab, aturan, serta dampaknya bagi investor di Bursa Efek Indonesia.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sentimen jangka pendek akibat laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebelumnya MSCI menunjukkan kekhawatiran terhadap kualitas struktural pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved