Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai keputusan Iman Rachman Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau Dirut BEI mundur tepat di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
"Keputusan mundur Dirut BEI di tengah dinamika IHSG justru merupakan langkah yang tepat dan dibutuhkan sebagai bentuk positive shock therapy bagi pasar," ujar Yusuf di Jakarta, Jumat (30/1).
Ketika IHSG mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt, ujar dia, bukan mengenai kebijakan teknis, tetapi ada efek sinyal psikologis bagi pelaku pasar.
Ia menjelaskan keputusan Dirut BEI mundur sebagai pimpinan merupakan tanggung jawab moral. Ini, ujar dia, memberikan pesan kuat bahwa ada komitmen kuat otoritas untuk memulihkan kepercayaan pasar setelah IHSG sempat anjlok selama dua hari terakhir.
"Terlihat dari respons rebound pasar sesaat setelah pengumuman," kata dia.
IHSG 30 Januari 2026 Jumat pagi dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60.
Dia menambahkan, kejatuhan IHSG juga dipicu oleh sentimen negatif Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan syarat dan mempersoalkan transparansi free float.
"Jika posisi tetap dipertahankan di tengah kegagalan menjaga stabilitas, risiko capital outflow justru lebih besar karena investor asing kehilangan kepercayaan. Mundur bukan tanda kelemahan, tapi upaya mencegah krisis kepercayaan yang lebih dalam," kata Yusuf. (Ant/H-4)
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1) sore ditutup menguat dan rebound setelah kisruh Morgan Stanley Capital International atau MSCI.
Langkah pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman yang drastis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar ekstrem Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah adanya intervensi Istana alias cawe-cawe terkait mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved