Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Istana Bantah Cawe-Cawe di Balik Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman

Insi Nantika Jelita
30/1/2026 17:09
Istana Bantah Cawe-Cawe di Balik Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Dok. Antara)

MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah adanya intervensi Istana alias cawe-cawe terkait mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1).

Prasetyo menegaskan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto maupun tekanan dari pemerintah. 

“Enggak ada hubungannya,” ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, pengunduran diri Direktur Utama BEI merupakan kewenangan internal yang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar.  
Pemerintah, klaimnya, tidak memiliki andil dalam menentukan apakah seorang pejabat di suatu lembaga harus mundur atau tidak.

“Negara hanya menjalankan perannya untuk memastikan bursa kita sehat, transparan, dan memenuhi kaidah-kaidah sebagaimana bursa di negara lain,” kata Prasetyo.

Pemerintah, lanjutnya, menghormati keputusan yang diambil manajemen BEI. Menurutnya, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi selama dua hari berturut-turut setelah pengumuman MSCI terkait perlakuan free float di bursa.

“Kami tentunya menghormati keputusan itu. Jika melihat pernyataan beliau, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kejadian yang terjadi sebelumnya,” ujar Prasetyo.

Pemerintah, ungkapnya, menghormati keputusan yang diambil oleh manajemen BEI. Ia menilai pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas  masalah IHSG anjlok selama dua hari berturut-turut, pasca pengumuman MSCI atas perlakuan free float di Bursa Saham RI.

"Kita tentunya menghormati keputusan itu. Kalau kita lihat dari statement-nya beliau itu kan adalah bentuk pertanggungjawaban dari kejadian yang lalu," kata Prasetyo.

Ia kemudian menegaskan secara fundamental kondisi pasar modal Indonesia tetap kuat. Ia berharap setiap peristiwa yang terjadi dapat menjadi pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola dan regulasi ke depan.

 “Bagi kita, setiap peristiwa harus diambil hikmahnya. Peristiwa dua hari lalu ini menjadi bagian dari upaya menata regulasi agar ke depan semakin baik,” tutupnya.  (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya