Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bergerak cepat merespons gejolak pasar modal yang terjadi di awal 2026. Korps Bhayangkara kini tengah mendalami unsur dugaan pidana terkait isu 'saham gorengan' yang disinyalir menjadi biang kerok anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini.
Langkah tegas ini diambil menyusul laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti transparansi dan praktik manipulasi pasar di Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam membersihkan lantai bursa dari praktik kotor. Penyelidikan intensif tengah dilakukan terhadap sejumlah emiten yang diduga melakukan manipulasi harga.
"Pasti (usut dugaan pidana saham gorengan). Beberapa perkara terkait hal dimaksud sudah menjadi konsen penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri untuk ditangani," ujar Ade Safri kepada awak media di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Ade memastikan proses hukum akan berjalan transparan demi mengembalikan kepercayaan investor. "Kami jamin penyidikan atas perkara aquo akan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel," tambahnya.
Sebagai bukti keseriusan, Ade Safri membeberkan keberhasilan penyidik dalam menuntaskan kasus manipulasi pasar sebelumnya. Salah satu kasus yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) melibatkan petinggi emiten dan eks karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kasus tersebut menyeret Junaedi (Direktur PT Multi Makmur Lemindo) dan Mugi Bayu Pratama (Eks Kepala Unit Evaluasi & Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 PT BEI). Berdasarkan putusan pengadilan tahun 2025, keduanya terbukti melanggar Pasal 104 Jo Pasal 90 huruf c UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
"Sudah P21 dan bahkan sudah inkrah dengan putusan masing-masing pidana penjara 1 tahun 4 bulan dan denda Rp2 miliar dalam Mata Uang Rupiah," jelas Ade.
Di sisi lain, pemerintah berupaya menenangkan pasar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai IHSG anjlok pasca rilis laporan MSCI hanyalah reaksi panik yang bersifat sementara. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia di tahun 2026 masih sangat solid.
"IHSG jatuh karena berita MSCI itu, yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham. Persyaratan mereka soal free float bersih. Saya pikir ini reaksi berlebihan," kata Purbaya di Istana Negara, Rabu, 28 Januari 2026.
Menkeu Purbaya telah berkoordinasi langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membereskan catatan merah dari MSCI sebelum tenggat waktu bulan Mei 2026.
"Ini hanya shock sesaat. Semua akan dibereskan sebelum Mei. Perusahaan-perusahaan itu pasti bisa memenuhi syarat MSCI agar sahamnya kembali layak investasi bagi asing," pungkas Purbaya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi pengunduran diri serentak tiga pejabat tingginya, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
TIGA pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak menyatakan mundur di tengah polemik ambruknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Syarief mengatakan, pihaknya kini tengah mengumpulkan sejumlah fakta atas penurunan IHSG.
Langkah pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman yang drastis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar ekstrem Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah adanya intervensi Istana alias cawe-cawe terkait mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 28 Februari 2026 menunjukkan kinerja fiskal yang tetap kuat dan terjaga
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ratas di istana
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap realisasi THR ASN 2026 baru Rp11 T dari total Rp55 T. Simak penyebab keterlambatan dan rincian komponen THR 100%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved