Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

APBN Februari 2026, Pendapatan Tumbuh 12,8% dengan Defisit 0,53%

Ihfa Firdausya
11/3/2026 15:13
APBN Februari 2026, Pendapatan Tumbuh 12,8% dengan Defisit 0,53%
Konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan(Ihfa Firdausya/MI)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 28 Februari 2026 menunjukkan kinerja fiskal yang tetap kuat dan terjaga. Purbaya menyampaikan, pendapatan negara tumbuh positif serta belanja negara terakselerasi untuk mendukung aktivitas ekonomi.

"Belanja tahun ini memang kita percepat supaya ekonominya didorong dari sisi fiskal sejak awal tahun sampai akhir tahun secara lebih merata dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya," kata menkeu dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3).

Dari sisi pendapatan negara, realisasi mencapai Rp358 triliun atau sekitar 11,4% dari target APBN, tumbuh 12,8% secara year on year (yoy). Kinerja tersebut, kata Purbaya, terutama didorong oleh penerimaan perpajakan yang tetap solid.

Penerimaan perpajakan mencapai Rp290 triliun tumbuh 20,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di dalamnya penerimaan pajak mencapai Rp245,1 triliun dengan pertumbuhan 30,4% secara keseluruhan. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target dan mengalami kontraksi 14,7%.

"Ini terutama dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas dan produksi industri. Tapi informasi terakhir data kemarin sudah tumbuh lagi secara year on year, untuk cukai itu tumbuhnya sudah 7%. Jadi kita ke depan masih mengharapkan target dari penerimaan bea cukai tercapai bahkan mungkin bisa melebihi," paparnya.

Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp493,8 triliun atau sekitar 12,8% dari pagu APBN dengan pertumbuhan 41,9% secara year on year.

Purbaya mengatakan belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun.

Dengan dinamika tersebut, defisit APBN tercatat sekitar Rp135,7 triliun atau 0,53% dari APBN. Purbaya mengatakan hal itu masih berada dalam koridor desain APBN 2026.

Menurutnya, saat ini belanja negara didorong lebih merata sepanjang tahun sehingga dampaknya terhadap perekonomian lebih terasa.

"Itu makanya (pertumbuhan ekonomi) 6% mudah-mudahan masih bisa. Jadi secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya