Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Purbaya : Harga Minyak Mentah di Indonesia Masih di Bawah Asumsi APBN

Ihfa Firdausya
11/3/2026 16:45
Purbaya : Harga Minyak Mentah di Indonesia Masih di Bawah Asumsi APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(Antara Foto)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah di Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026. Hal itu menjawab kekhawatiran terkait lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat tembus di atas US$100 per barel.

Purbaya menyebut realisasi harga minyak mentah Indonesia hingga Februari sebesar US$68,8 dolar per barel. Berdasarkan estimasi pemerintah, katanya, realisasi ICP secara rata-rata year to date hingga 11 Maret 2026 sekitar US$68 per barel. Angka itu sudah memperhitungkan kenaikan hingga di atas US$100 baru-baru ini.

“Ini masih di bawah asumisi APBN yang ditetapkan sebesar US$70 per barel (Sekitar Rp1.180.000). Karena itu, sejauh ini masih terdapat ruang fiskal untuk mengantisipasi risiko kenaikan harga dalam pelaksanaan APBN 2026,” kata menkeu dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/3).

“Kemarin banyak yang nanya tuh, harga minyak sudah US$100, apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum, karena kalau dilihat dari sini sampai kemarin masih rata-ratanya US$68,” imbuhnya.

Artinya, kata Purbaya, fiskal RI masih baik. “Nanti kalau ke depan keadaan menekan lagi, kita akan mengatur APBN tapi kita semua berawal dari posisi yang kuat APBN-nya. Jadi, teman-teman jangan usah khawatir,” jelasnya.

Pihaknya memastikan upaya optimalisasi lifting migas terus dipantau guna menopang kesinambungan kinerja sektor energi dan memperkuat ketahanan fiskal nasional ke depan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut pemerintah tidak terburu-buru dalam penyesuaian APBN dan terus memantau situasi global.

“Dari tahun ke tahun kita selalu melakukan pengelolaan APBN secara lengkap. Jadi bukan one dimensional, yang, ‘oh kalau harga minyaknya naik maka akan jadi begini’. Kalau harga minyaknya naik kita tanya juga, harga batu baranya naik berapa? Harga CPO-nya naik berapa?” kata Febrio.

Menurutnya dalam menyiapkan gejolak harga minyak di pasar dunia, pengelolaan APBN sangat fleksibel. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya