Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN mengejutkan datang dari lantai bursa pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Langkah pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman yang drastis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar ekstrem yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt (penghentian perdagangan sementara) selama dua hari berturut-turut.
Anggota Komisi XI DPR RI, Hasanuddin Wahid, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan tersebut. Ia menilai langkah Iman Rachman mencerminkan jiwa kesatria dan kenegarawanan yang langka di tengah situasi krisis.
Hasanuddin menekankan bahwa mundurnya Iman bukan sekadar pelepasan jabatan, melainkan pembuktian integritas seorang pemimpin ketika institusi yang dipimpinnya menghadapi guncangan hebat.
"Itulah wujud tanggung jawab. Saya betul-betul hormat dengan sikap gentle Pak Dirut Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi. Ini adalah sikap seorang negarawan," ujar Hasanuddin di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurut legislator tersebut, stabilitas IHSG bukan hanya soal angka, melainkan wajah perekonomian bangsa di mata dunia. Guncangan yang memicu trading halt beruntun dinilai sebagai sinyal serius yang memerlukan respons tegas demi memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.
Pasca pengunduran diri ini, tantangan besar menanti BEI. Hasanuddin menaruh harapan besar pada sosok pengganti Iman Rachman nantinya. Ia menegaskan bahwa Direktur Utama BEI selanjutnya haruslah figur yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kemampuan membaca dinamika global yang semakin volatil di tahun 2026.
"Bursa efek adalah wajah perekonomian kita di hadapan dunia. Ke depan, BEI harus dipimpin oleh sosok yang kuat, komunikatif, serta mampu membaca dinamika global agar kejadian trading halt berkepanjangan tidak kembali terulang," tegasnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers mendadak di Media Center BEI, Iman Rachman menyampaikan pernyataan pengunduran dirinya tanpa sesi tanya jawab. Ia menegaskan bahwa keputusan ini murni demi menjaga marwah pasar modal Indonesia.
"Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement bahwa saya sebagai Direktur Utama BEI, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri," ucap Iman.
Insiden trading halt dua hari berturut-turut di awal 2026 ini menjadi catatan sejarah baru bagi pasar modal Indonesia, yang memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan ketahanan bursa menghadapi sentimen eksternal. (Ant/H-3)
BURSA Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama atau Dirut BEI. Sebelumnya Jeffrey Hendrik menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
IHSG sempat mengalami gejolak dan bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (30/1), sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup di level 8.276,57 atau naik 0,54% pukul 09.40 WIB.
Keputusan itu diambil Iman Rachman menyusul anjloknya IHSG yang memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved