Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jeffrey Hendrik Jadi Pejabat Sementara Dirut BEI, Pastikan Operasional Berjalan Normal

Ihfa Firdausya
31/1/2026 22:15
Jeffrey Hendrik Jadi Pejabat Sementara Dirut BEI, Pastikan Operasional Berjalan Normal
Dari kanan Lim Kim Siah - Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Carol Fong - Group CEO of CGS-CIMB Securities, Saiful Rahmat Dasuki - Wakil Menteri Agama, Jeffrey Hendrik - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia dan Syafiq Syauqi (Gus Syafiq)(Adam Dwi/MI)

BURSA Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama atau Dirut BEI. Sebelumnya Jeffrey Hendrik menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI.

Jeffrey Hendrik menjadi pejabat sementara setelah Dirut BEI Iman Rachman mengundurkan diri. Jeffrey menyebut penunjukan itu diputuskan melalui rapat direksi dan sudah disetujui oleh dewan komisaris.

Pihaknya pun memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia akan berjalan secara normal. "Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia tidak akan terganggu sama sekali," ujar Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1).

 Jeffrey Hendrik juga menegaskan komitmen BEI untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola.

"Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di Bursa Efek Indonesia," tegas Jeffrey Hendrik.

Jeffrey Hendrik mengatakan turut mencermati perkembangan terakhir, antara lain terkait permintaan dari indeks provider global. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa indeks provider global dan sudah menampung apa yang diharapkan mereka.

"Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita," pungkas Jeffrey Hendrik.

Seperti diberitakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok dan memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) setelah IHSG ambruk lebih dari 8% dan jatuh ke kisaran level 7.600. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/1), ketika IHSG kembali terjun hingga sempat anjlok 10%. Atas dasar itu, Dirut BEI mundur yang kini digantikan sementara oleh Jeffrey Hendrik. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya