Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama atau Dirut BEI. Sebelumnya Jeffrey Hendrik menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI.
Jeffrey Hendrik menjadi pejabat sementara setelah Dirut BEI Iman Rachman mengundurkan diri. Jeffrey menyebut penunjukan itu diputuskan melalui rapat direksi dan sudah disetujui oleh dewan komisaris.
Pihaknya pun memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia akan berjalan secara normal. "Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia tidak akan terganggu sama sekali," ujar Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1).
Jeffrey Hendrik juga menegaskan komitmen BEI untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola.
"Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di Bursa Efek Indonesia," tegas Jeffrey Hendrik.
Jeffrey Hendrik mengatakan turut mencermati perkembangan terakhir, antara lain terkait permintaan dari indeks provider global. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa indeks provider global dan sudah menampung apa yang diharapkan mereka.
"Semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita," pungkas Jeffrey Hendrik.
Seperti diberitakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok dan memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) setelah IHSG ambruk lebih dari 8% dan jatuh ke kisaran level 7.600. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/1), ketika IHSG kembali terjun hingga sempat anjlok 10%. Atas dasar itu, Dirut BEI mundur yang kini digantikan sementara oleh Jeffrey Hendrik. (H-4)
Langkah pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman yang drastis ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar ekstrem Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
IHSG sempat mengalami gejolak dan bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (30/1), sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup di level 8.276,57 atau naik 0,54% pukul 09.40 WIB.
Keputusan itu diambil Iman Rachman menyusul anjloknya IHSG yang memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved