Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pelemahan IHSG Dinilai Sementara, Purbaya Sebut Sentimen MSCI Picu Reaksi Pasar Berlebihan

Media Indonesia
28/1/2026 17:56
Pelemahan IHSG Dinilai Sementara, Purbaya Sebut Sentimen MSCI Picu Reaksi Pasar Berlebihan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Antara)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sentimen jangka pendek akibat laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, tekanan terhadap pasar saham nasional tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Purbaya menjelaskan, koreksi IHSG berasal dari penilaian MSCI terkait isu transparansi di pasar saham Indonesia serta rendahnya tingkat free float pada sejumlah emiten. Laporan tersebut dinilai mengungkap praktik manipulasi harga saham yang selama ini menjadi perhatian investor global.

"Ini hanya shock sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1).

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia memastikan seluruh catatan dalam laporan MSCI akan ditindaklanjuti dan diselesaikan sebelum tenggat waktu, yakni sekitar Mei 2026.

Menurut Purbaya, emiten-emiten terkait diyakini mampu memenuhi kriteria MSCI sehingga berpeluang kembali masuk dalam indeks global. Ia pun optimistis HSG akan segera pulih seiring dengan membaiknya kepercayaan investor dan solidnya fundamental ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam tren positif berkat sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi. Ia bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada tahun ini dengan potensi akselerasi yang lebih cepat.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan berkomitmen meningkatkan kualitas pengumpulan pajak dan cukai agar penerimaan negara lebih optimal tanpa menaikkan tarif. Selain itu, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk melakukan belanja secara tepat waktu dan tepat sasaran, sekaligus memperbaiki iklim investasi nasional.

"Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei, harusnya sekarang a good time to buy," imbuhnya.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu sore ditutup melemah tajam akibat reaksi emosional pelaku pasar pasca pengumuman MSCI terkait proses review dan rebalancing saham Indonesia.

IHSG tercatat turun 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 63,58 poin atau 7,26% ke posisi 812,53.

Tekanan jual yang masif bahkan sempat memicu trading halt, seiring meningkatnya aksi panic selling di pasar.

"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek," ujar pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa.

Reydi menambahkan, dari sisi fundamental tidak terdapat perubahan signifikan pada kondisi ekonomi domestik maupun kinerja emiten-emiten berkapitalisasi besar. Oleh karena itu, ia menilai tekanan terhadap IHSG lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan nilai intrinsik pasar saham Indonesia. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya