Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Analis Nilai Koreksi IHSG Dipicu Sorotan MSCI soal Struktur Pasar

Media Indonesia
28/1/2026 14:57
Analis Nilai Koreksi IHSG Dipicu Sorotan MSCI soal Struktur Pasar
Ilustrasi(Dok Pexels)

DIREKTUR Eksekutif CSA Institute David Sutyanto menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini merupakan imbas pernyataan dan kebijakan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sebelumnya MSCI menunjukkan kekhawatiran terhadap kualitas struktural pasar modal Indonesia.

Menurut David, tekanan terhadap IHSG tidak bisa dianggap sebagai gejolak pasar jangka pendek semata.

"Koreksi signifikan IHSG hari ini tidak dapat dipandang sekadar sebagai fluktuasi pasar yang biasa," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, isu yang disampaikan MSCI melampaui persoalan teknis indeks dan menyentuh aspek kredibilitas, transparansi, serta tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

David menambahkan, risiko tersebut perlu dicermati secara serius mengingat MSCI akan melakukan evaluasi lanjutan pada Mei 2026. Artinya, Indonesia hanya memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menunjukkan perbaikan yang nyata dan terukur.

Jika perbaikan tersebut tidak tercapai, Indonesia berpotensi mengalami pengurangan bobot dalam indeks Emerging Markets atau bahkan peninjauan ulang status klasifikasi pasar. Kondisi ini berisiko memicu arus keluar dana asing, mengingat estimasi investasi berbasis MSCI Indonesia saat ini berada di kisaran US$120 miliar, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas dana berbasis indeks Frontier Market.

"Oleh karena itu, urgensi untuk menjaga kepercayaan pasar global memang menjadi sangat penting," kata David.

Sebelumnya, pada Selasa (27/1) waktu setempat atau Rabu (28/1) waktu Indonesia, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks. Kebijakan ini mencakup penundaan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes, serta perpindahan saham dari kategori small cap ke standard.

MSCI menyatakan langkah tersebut bertujuan menekan risiko investability sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperkuat aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya transparansi struktur kepemilikan saham. Dalam komunikasinya, MSCI menggunakan istilah shareholders opacity untuk menggambarkan tantangan utama yang dihadapi investor global.

Investor global membutuhkan kejelasan terkait siapa pemegang saham sesungguhnya, tingkat konsentrasi kepemilikan, struktur pengendalian, hingga kualitas tata kelola perusahaan.

"Ketika informasi tersebut belum sepenuhnya dapat diakses secara konsisten dan komprehensif, persepsi risiko meningkat, meskipun secara fundamental banyak emiten Indonesia memiliki kinerja yang solid dan prospek yang menarik," ujar David.

Sejak Oktober 2025, MSCI telah berdiskusi dengan pelaku pasar mengenai kemungkinan penggunaan Monthly Holding Composition Report dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float. Hasil konsultasi tersebut menunjukkan harapan pasar global akan peningkatan kualitas, konsistensi, dan kredibilitas data kepemilikan saham.

"Ini dapat dipahami sebagai dorongan agar infrastruktur informasi pasar Indonesia terus berkembang mengikuti standar internasional yang semakin tinggi," kata David.

Dari sisi perdagangan, IHSG pada Rabu (28/1) pagi dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66% ke level 8.382,48. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat turun 659,01 poin atau 7,34% ke posisi 8.321. Pada sesi II pukul 13.43 WIB, indeks kembali melemah hingga 718,44 poin atau 8,00% ke level 8.261,78.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 WIB di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai 8%. Perdagangan dilanjutkan kembali sekitar pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya