Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif CSA Institute David Sutyanto menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini merupakan imbas pernyataan dan kebijakan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sebelumnya MSCI menunjukkan kekhawatiran terhadap kualitas struktural pasar modal Indonesia.
Menurut David, tekanan terhadap IHSG tidak bisa dianggap sebagai gejolak pasar jangka pendek semata.
"Koreksi signifikan IHSG hari ini tidak dapat dipandang sekadar sebagai fluktuasi pasar yang biasa," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan, isu yang disampaikan MSCI melampaui persoalan teknis indeks dan menyentuh aspek kredibilitas, transparansi, serta tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.
David menambahkan, risiko tersebut perlu dicermati secara serius mengingat MSCI akan melakukan evaluasi lanjutan pada Mei 2026. Artinya, Indonesia hanya memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menunjukkan perbaikan yang nyata dan terukur.
Jika perbaikan tersebut tidak tercapai, Indonesia berpotensi mengalami pengurangan bobot dalam indeks Emerging Markets atau bahkan peninjauan ulang status klasifikasi pasar. Kondisi ini berisiko memicu arus keluar dana asing, mengingat estimasi investasi berbasis MSCI Indonesia saat ini berada di kisaran US$120 miliar, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas dana berbasis indeks Frontier Market.
"Oleh karena itu, urgensi untuk menjaga kepercayaan pasar global memang menjadi sangat penting," kata David.
Sebelumnya, pada Selasa (27/1) waktu setempat atau Rabu (28/1) waktu Indonesia, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks. Kebijakan ini mencakup penundaan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes, serta perpindahan saham dari kategori small cap ke standard.
MSCI menyatakan langkah tersebut bertujuan menekan risiko investability sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperkuat aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya transparansi struktur kepemilikan saham. Dalam komunikasinya, MSCI menggunakan istilah shareholders opacity untuk menggambarkan tantangan utama yang dihadapi investor global.
Investor global membutuhkan kejelasan terkait siapa pemegang saham sesungguhnya, tingkat konsentrasi kepemilikan, struktur pengendalian, hingga kualitas tata kelola perusahaan.
"Ketika informasi tersebut belum sepenuhnya dapat diakses secara konsisten dan komprehensif, persepsi risiko meningkat, meskipun secara fundamental banyak emiten Indonesia memiliki kinerja yang solid dan prospek yang menarik," ujar David.
Sejak Oktober 2025, MSCI telah berdiskusi dengan pelaku pasar mengenai kemungkinan penggunaan Monthly Holding Composition Report dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float. Hasil konsultasi tersebut menunjukkan harapan pasar global akan peningkatan kualitas, konsistensi, dan kredibilitas data kepemilikan saham.
"Ini dapat dipahami sebagai dorongan agar infrastruktur informasi pasar Indonesia terus berkembang mengikuti standar internasional yang semakin tinggi," kata David.
Dari sisi perdagangan, IHSG pada Rabu (28/1) pagi dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66% ke level 8.382,48. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat turun 659,01 poin atau 7,34% ke posisi 8.321. Pada sesi II pukul 13.43 WIB, indeks kembali melemah hingga 718,44 poin atau 8,00% ke level 8.261,78.
Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 WIB di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai 8%. Perdagangan dilanjutkan kembali sekitar pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal. (Ant/E-4)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
IHSG hari ini Jumat 6 Februari 2026 berpotensi rebound ke level 8.328. Pantau analisis pasar modal dan update harga emas Antam yang merosot tajam.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.549.194 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,99 miliar lembar saham senilai Rp20,06 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman dinilai sebagai bentuk respons atas kegagalan mengantisipasi dampak keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal.
BEI menerapkan trading halt saat IHSG anjlok hingga 8%. Simak penjelasan penyebab, aturan, serta dampaknya bagi investor di Bursa Efek Indonesia.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan IHSG yang terjadi belakangan ini dipicu oleh sentimen jangka pendek akibat laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved